Soroti Bahaya Fast Food dan Hoaks Vaksin, Noni Hidayat Minta Kader PKK Aktif Edukasi Warga

by -942 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Noni Hidayat meminta kader PKK lebih aktif mengedukasi masyarakat terkait kesehatan dan gizi anak. Hal ini dinilai penting di tengah masih rendahnya cakupan imunisasi dan tingginya angka stunting di Babel.

Pesan tersebut disampaikan Noni saat membuka Orientasi Pendidikan Gizi bagi Kader PKK di Sekretariat TP-PKK Babel, Kompleks Kantor Gubernur Babel, Selasa (1/9/2026). Kegiatan itu digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Babel dan diikuti puluhan kader PKK dari kabupaten/kota se-Babel.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Babel dr Ria Agustine memaparkan sejumlah persoalan kesehatan anak yang masih menjadi perhatian. Salah satunya terkait cakupan imunisasi dasar lengkap yang baru berada di kisaran 20 persen, sementara target yang ditetapkan mencapai 46 persen.

Rendahnya cakupan imunisasi tersebut turut berdampak pada munculnya kasus campak. Ria menyebut terdapat 40 kasus campak yang tercatat pada Juli lalu.

“Selain masalah makanan, angka cakupan imunisasi juga harus menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, cakupan imunisasi di Bangka Belitung ini masih termasuk yang rendah,” kata Noni.

Dia mengajak kader PKK di seluruh wilayah Babel untuk ikut mendorong para orang tua memenuhi imunisasi anak sesuai standar.

“Ayo, Ibu-ibu kader, kita sama-sama mengajak masyarakat di sekitar kita untuk memenuhi standar imunisasi anak,” sambungnya.

Selain imunisasi, persoalan stunting juga menjadi perhatian. Ria menyebut angka stunting di Babel saat ini masih berada di angka 20,03 persen atau sedikit di atas rata-rata nasional.

Menurut Ria, persoalan tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan. Pola hidup dan kebiasaan keluarga juga turut memengaruhi kondisi anak.

Salah satunya kebiasaan anak mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food saat akhir pekan. Di sisi lain, minimnya komunikasi dalam keluarga akibat penggunaan gawai secara berlebihan juga dinilai dapat menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak.

Noni pun meminta kader PKK ikut mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya pemenuhan gizi anak. Dia menekankan upaya mencetak generasi unggul tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga memastikan anak memperoleh perlindungan kesehatan secara maksimal.

Noni juga meminta kader PKK proaktif meluruskan informasi keliru atau hoaks mengenai vaksinasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, informasi yang tidak benar mengenai imunisasi dapat membuat orang tua ragu memberikan vaksin kepada anak.

“Banyak berita di luar sana yang bilang imunisasi bikin anak lumpuh, itu tidak benar. Justru itu untuk pencegahan. Buktinya saya juga diimunisasi full sejak kecil, alhamdulillah sehat-sehat saja,” tegasnya.

Dia menilai kader PKK memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai kesehatan dan gizi menurutnya tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal.

“Sasaran kita itu dekat; kanan, kiri, depan, dan belakang rumah kita. Bertemu tetangga saat menyiram tanaman atau arisan, tanyakan kondisi anak dan keluarganya,” ujarnya.

“Mari bersinergi mengubah perilaku keluarga dari hal yang paling sederhana,” pungkas Noni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.