Ketua TP-PKK Babel Luncurkan Buku ‘Besti’, Ada Resep Lokal untuk Cegah Stunting

by -1082 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Noni Hidayat Arsani meluncurkan buku resep makanan bergizi bertajuk ‘Besti’ atau Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni. Buku tersebut berisi beragam resep berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya mencegah stunting.

Buku ‘Besti’ diluncurkan Noni di Sekretariat TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/9/2026). Peluncuran buku ini menjadi bagian dari kegiatan Orientasi Pendidikan Gizi bagi Kader dalam Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal.

Kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Noni mengatakan upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari lingkungan keluarga, khususnya melalui makanan yang dikonsumsi anak. Menurutnya, makanan bergizi tidak selalu harus dibeli dengan harga mahal.

” Makanan sehat tidak harus mahal atau impor. Di sekitar kita sangat banyak sumber daya alam yang bisa diolah. Daripada anak-anak kita jajan burger atau seblak, lebih baik kita ciptakan makanan menarik yang disukai anak, tapi di dalamnya penuh gizi,” kata Noni di hadapan puluhan peserta.

Menurut Noni, kekayaan pangan lokal seperti ikan, telur dan daging dapat diolah menjadi makanan yang menarik bagi anak sekaligus memenuhi kebutuhan gizinya.

Melalui buku ‘Besti’, Noni juga ingin mengubah anggapan bahwa pertumbuhan tinggi badan anak sepenuhnya ditentukan faktor keturunan.

“Kalau ibu-ibu rajin masak daging, ikan kembung dan telur, pertumbuhan anak pasti optimal. Jangan pesimis kalau orang tua pendek, anaknya tidak bisa tinggi. Itu bisa diupayakan dari makanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Bangka Belitung Darlan mengatakan kader PKK memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan pangan lokal.

Darlan mendorong kader PKK untuk terus melakukan pendampingan hingga ke tingkat keluarga, termasuk melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

” Kader PKK menjadi pelopor edukasi pangan lokal dan tidak bosan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (home visit),” kata Darlan.

Dia juga meminta kader memastikan pemberian makanan tambahan (PMT) benar-benar dikonsumsi oleh ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) maupun balita stunting.

“Selain itu, hidupkan lagi gerakan ‘Hatinya PKK’ dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun gizi,” pesannya.

Darlan menambahkan perbaikan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.