Noni Hidayat: Tradisi Nganggung Tetap Penting di Tengah Kehidupan Modern

by -1354 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel — Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Noni Hidayat Arsani menilai tradisi Nganggung masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, tradisi tersebut mampu mempererat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat.

Hal itu disampaikan Noni saat menghadiri Festival Nganggung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (25/8/2026).

Noni mengatakan Festival Nganggung menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk berbaur sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Di sini antara pemerintah dengan masyarakat kita berbaur, bersilaturahmi dan mengikhtiarkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan acara seperti ini terus kita laksanakan, semakin banyak, semakin ramai,” kata Noni.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi, yang mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani, menyebut Nganggung merupakan salah satu cerminan jati diri masyarakat Babel.

Menurut Agus, tradisi tersebut mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi hingga rasa syukur kepada Allah SWT.

“Nganggung ini cerminan jati diri masyarakat Bangka Belitung yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi dan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Agus mengatakan Nganggung juga menjadi simbol persatuan karena masyarakat dapat duduk bersama tanpa melihat status sosial, usia maupun latar belakang.

Dia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya lokal agar menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Melalui Festival Nganggung, mari kita terus menjaga persatuan dan menjadikan budaya sebagai kekuatan pemersatu sekaligus modal pembangunan daerah,” katanya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Tuatunu, Zulkipli, mengatakan Nganggung merupakan simbol kebersamaan yang tidak mengenal batas sosial, ekonomi, usia maupun gender.

Menurutnya, tradisi tersebut mempertemukan masyarakat dalam satu ruang untuk duduk bersama dan menikmati makanan yang dibawa secara bersama-sama.

“Nganggung adalah simbol dari persatuan dan kesatuan di antara kita. Dengan nganggung inilah kita dapat bersama-sama duduk di sini, makan makanan yang beranekaragam,” ujar Zulkipli.

Zulkipli mengingatkan agar Nganggung tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tradisi tersebut, kata dia, harus terus dipelihara dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Adat istiadat dan budaya lokal inilah yang harus kita lestarikan di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tradisi Nganggung juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penetapan itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan tradisi lokal masyarakat Bangka Belitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.