PLN Jadikan Pemanfaatan FABA di Babel sebagai Model Dukung Pertanian Nasional

by -812 Views

PANGKALPINANG – PT PLN (Persero) mendorong pengembangan pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, mengatakan praktik pemanfaatan FABA yang telah dilakukan di Bangka Belitung berpotensi dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami akan menjadikan apa yang dilakukan oleh PLN Babel ini sebagai percontohan dan kami akan copy hal ini juga di pembangkit-pembangkit kami di seluruh Indonesia,” kata Rizal saat meninjau pemanfaatan FABA di Bangka Belitung, Kamis.

Menurut Rizal, potensi FABA yang dihasilkan pembangkit PLN di Bangka Belitung mencapai sekitar 165 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar pembangkit.

“Artinya ini peluang yang besar sekali bagi masyarakat sekitar untuk menikmati FABA menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi,” ujarnya.

Secara nasional, produksi FABA dari pembangkit PLN mencapai sekitar tiga juta metrik ton per tahun. Jika seluruh PLTU di luar PLN turut diperhitungkan, potensi FABA di Indonesia diperkirakan mencapai 13 juta hingga 20 juta ton per tahun.

Selama ini, pemanfaatan FABA umumnya digunakan untuk kebutuhan konstruksi, seperti pembuatan conblock, batako, serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya. Namun, pengembangan FABA sebagai bahan pendukung pupuk membuka peluang pemanfaatan baru untuk sektor pertanian.

“Selama ini kan hanya untuk konstruksi saja, untuk conblock, untuk kegiatan-kegiatan bangunan dan lain-lain. Ternyata ini bisa untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Rizal menegaskan, PLN tidak ingin pemanfaatan FABA untuk sektor pertanian hanya berhenti di Bangka Belitung. Model yang telah berjalan akan dievaluasi untuk kemudian dikembangkan di wilayah lain yang memiliki PLTU.

Ia menilai keberadaan FABA di sekitar pembangkit dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Dalam praktiknya di Bangka Belitung, FABA dimanfaatkan bersama bahan-bahan organik untuk menghasilkan pupuk. Model tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing daerah.

PLN selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap model pemanfaatan tersebut agar dapat diterapkan di pembangkit lain di Indonesia. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari optimalisasi FABA untuk menciptakan nilai tambah, mendukung perekonomian masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.