BRIN Berencana Bangun Pabrik Titanium di Pangkalpinang, Pemkot Tawarkan Kawasan Industri Ketapang

by -1332 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyambut positif rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun pabrik pengolahan titanium di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rencana tersebut terungkap saat Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin Masyarif menerima audiensi Tim Pusat Riset Metalurgi BRIN di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.

Dalam audiensi tersebut, tim BRIN memaparkan hasil riset mengenai teknologi pengolahan mineral ilmenit menjadi titanium yang kini siap ditingkatkan dari skala laboratorium menuju tahap industri.

“Jadi mereka audiensi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang terkait rencana BRIN dari sub bidang metalurgi yang mau melakukan riset terhadap mineral di Bangka Belitung, khususnya ilmenit. Mereka sudah punya hasil riset untuk mengubah ilmenit menjadi titanium,” kata Saparudin kepada wartawan.

Menurut Saparudin, BRIN tengah menyiapkan proses scale up dari hasil penelitian menjadi pabrik pengolahan. Menyikapi peluang tersebut, Pemkot Pangkalpinang menawarkan kawasan industri Ketapang sebagai lokasi yang dinilai sesuai untuk pembangunan pabrik.

“Kita dari pemerintah kota menawarkan di kawasan peruntukan industri kita. Untuk rencana mendirikan pabrik itu, kita tawarkan di Kawasan Industri Ketapang. Jadi itu saja sebetulnya, mereka sedang melakukan implementasi dari hasil-hasil riset mereka untuk mineral ilmenit yang ada di Bangka Belitung. Mudah-mudahan saja bisa berhasil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum ada jadwal pasti terkait pembangunan pabrik. Meski demikian, Pemkot Pangkalpinang menyatakan siap mendukung proses perizinan dan investasi apabila rencana tersebut berlanjut.

“Kalau penjadwalan sih belum ada, tapi ini baru pertemuan awal. Jadi mereka izin masuk, ketuk pintu lah istilahnya. Kita sambut baik karena sesuai dengan program dari pemerintah, mineral-mineral ini harusnya memang dilakukan proses-proses hilirisasi,” jelasnya.

Saparudin menilai Bangka Belitung memiliki potensi besar karena memiliki beragam komoditas mineral seperti timah, zirkon, ilmenit, silika hingga logam tanah jarang (rare earth element). Menurutnya, pembangunan industri pengolahan di daerah akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja.

“Kami tentunya sebagai pemerintah daerah mengharapkan bahwa proses hilirisasi pabriknya itu berada di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang. Tentunya kalau pabriknya ada di sini, kita berharap tenaga kerjanya bisa dari tenaga kerja lokal Pangkalpinang,” tutup Saparudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.