Disnaker Pangkalpinang Gelar Lagi Pelatihan Barista, Peminat Membludak hingga Harus Disaring

by -1648 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang kembali menggelar pelatihan barista bagi masyarakat umum. Program yang difasilitasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung itu digelar pada 27-31 Juli 2026 dan diikuti 16 peserta.

Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang Amrah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan kerja berbasis kompetensi yang seluruh pembiayaannya ditanggung BPVP Belitung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

“Program pelatihan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Belitung. Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh BPVP Belitung,” kata Amrah kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Amrah menjelaskan, pelatihan barista kali ini merupakan program ketiga yang digelar Disnaker sepanjang Juli 2026. Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan pelatihan barista bagi penyandang disabilitas serta pelatihan berbasis kompetensi atau upskilling teknik pengelasan.

Menurutnya, pelatihan barista terus diprioritaskan karena peluang kerja di bidang tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya bisnis kedai kopi di Pangkalpinang.

“Minat masyarakat untuk belajar pengolahan kopi sangat tinggi. Hampir setiap kali rekrutmen, kuota yang kami sediakan hanya 16 orang, tetapi pendaftarnya bisa mencapai 30 hingga 40 orang. Karena itu kami harus melakukan seleksi,” ujarnya.

Ia mengakui banyak warga yang belum bisa mengikuti pelatihan karena keterbatasan kuota. Oleh sebab itu, Disnaker berharap BPVP Belitung kembali memberikan paket pelatihan agar lebih banyak masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan.

“Kami berharap ke depan bisa mendapatkan paket pelatihan lagi sehingga lebih banyak masyarakat yang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini,” katanya.

Pelatihan kali ini diperuntukkan bagi masyarakat umum Kota Pangkalpinang. Meski demikian, Disnaker tetap mengakomodasi satu peserta penyandang disabilitas karena memiliki semangat dan minat yang besar untuk belajar menjadi barista.

“Kalau pelatihan yang sekarang memang untuk masyarakat umum. Namun ada satu orang disabilitas yang kami masukkan karena keinginan dia sangat besar dan kita fasilitasi juga,” ujar Amrah.

Amrah menilai pelatihan barista tidak hanya meningkatkan kompetensi pencari kerja, tetapi juga mendukung kebutuhan industri kopi yang terus berkembang di Pangkalpinang. Ia berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan sehingga mampu terserap di dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.