Lepas 72 Siswa SDN 23 Pangkalpinang, Wawako Dessy Pesan Anak-Anak Berani Bermimpi dan Pantang Menyerah

by -419 Views

PANGKALPINANG – Suasana haru bercampur kebanggaan menyelimuti acara pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 23 Pangkalpinang yang dihadiri langsung Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. Sebanyak 72 siswa resmi menuntaskan pendidikan dasar mereka setelah menjalani proses belajar selama enam tahun.

Kegiatan pelepasan berlangsung meriah dengan diawali penampilan tari sambut yang dipersembahkan para siswa untuk menyambut kedatangan Wakil Wali Kota Pangkalpinang beserta rombongan. Suasana semakin menyentuh saat sejumlah siswa membacakan puisi tentang perjalanan, kenangan, serta rasa terima kasih kepada guru selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, momen kelulusan bukan sekadar perpisahan, tetapi menjadi awal perjalanan baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Selamat kepada anak-anak yang hari ini dilepas. Kalian sudah belajar, bermain, tumbuh dan berkembang bersama teman-teman selama enam tahun ini. Tentu banyak kenangan yang akan selalu diingat,” ujar Dessy.

Ia juga mengingatkan para siswa agar terus memiliki semangat untuk meraih cita-cita serta tidak takut bermimpi besar demi masa depan.

“Kita boleh bermimpi setinggi mungkin agar tahu tujuan hidup kita. Ketika kita tahu tujuan yang ingin dicapai, maka kita bisa menentukan langkah-langkah untuk meraih tujuan tersebut,” pesannya.

Usai kegiatan, Dessy kembali memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi perjalanan pendidikan ke depan.

“Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi. Apa pun yang terjadi jangan pernah putus asa, terus belajar, terus berakhlak mulia, terus meningkatkan wawasan dan ilmu untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena masa depan yang lebih cerah itu pasti ada, insyaallah,” katanya.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Dessy juga menyampaikan apresiasi kepada para guru SD Negeri 23 Pangkalpinang atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membimbing siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dasar.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 23 Pangkalpinang, Muhammad Iskandar, mengaku bangga dan bahagia melihat para siswa berhasil menuntaskan proses pendidikan selama enam tahun.

Menurutnya, selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut, para siswa tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga dididik untuk memiliki karakter disiplin dan akhlak yang baik.

“Selama enam tahun ini anak-anak telah belajar membaca, berhitung, belajar disiplin, dan menjadi pribadi yang baik. Hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami semua,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan untuk terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan.

“Teruslah berusaha dan belajar, karena keberhasilan tidak datang kepada orang yang malas. Pelepasan ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan panjang untuk meraih cita-cita,” ujarnya.

Muhammad Iskandar turut mengingatkan agar para siswa tetap menjaga nama baik sekolah di mana pun melanjutkan pendidikan nantinya.

“Di mana pun kalian berada nanti, tetap jaga nama baik SD Negeri 23 Pangkalpinang dan tunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang berakhlak dan berprestasi,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan adanya keterbatasan sarana, khususnya kebutuhan ruang belajar seiring meningkatnya jumlah siswa.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang menyebut persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Itu nanti akan dibicarakan dengan dinas bagaimana secara teknisnya, tentu sesuai aturan dan prosedur. Kita juga ada bantuan-bantuan dari pusat, nanti akan kita lihat bagaimana mekanismenya,” ujar Dessy.

Acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dengan dihadiri para guru, orang tua siswa, dan tamu undangan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya pendidikan dasar para siswa sekaligus awal langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. :::

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.