Bangka Belitung, Demokrasibabel – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar aksi penanaman pohon serentak di area sekitar gedung baru LPPM, Kampus Terpadu UBB Balunijuk. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Aksi penanaman pohon diikuti langsung oleh Kepala LPPM UBB, jajaran pengelola, tenaga kependidikan (tendik), serta perwakilan dosen di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja sama strategis Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat.
Melalui kegiatan tersebut, UBB menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mewujudkan lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kepala LPPM UBB mengatakan penanaman pohon di sekitar gedung baru LPPM menjadi simbol pertumbuhan akademik yang harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Gedung baru LPPM ini adalah pusat hilirisasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun kemajuan infrastruktur tidak boleh mengorbankan daya dukung lingkungan,” katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/6/2026).
Menurutnya, pohon yang ditanam saat ini merupakan investasi ekologis jangka panjang sekaligus simbol visi riset yang tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Melalui kolaborasi bersama BKS PTN Wilayah Barat, kami ingin mengirimkan pesan kuat bahwa perguruan tinggi harus menjadi pelopor gerakan Green Campus. Kami tidak hanya memproduksi naskah akademik tentang lingkungan, tetapi seluruh elemen LPPM turut turun langsung ke lapangan untuk memastikan keberlanjutan masa depan,” ujarnya.
LPPM UBB berharap kawasan di sekitar gedung baru tersebut dapat berkembang menjadi area kampus yang rindang dan ramah lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam dipilih secara selektif agar mampu berfungsi sebagai peneduh sekaligus mendukung keanekaragaman hayati lokal.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh staf dan pengelola LPPM UBB untuk merawat bibit yang telah ditanam. Dengan demikian, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari budaya akademik yang berkelanjutan.









