Percepat Hilirisasi Olahan Nanas Tuatunu, Pemkot Pangkalpinang Fasilitasi Perizinan PIRT dan Sertifikasi Halal

by -445 Views

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus bergerak cepat dalam mendorong legalitas dan pengembangan produk olahan daerah. Melalui kegiatan Fasilitasi Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikasi Halal, Pemkot berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi para pelaku usaha lokal agar produk mereka mampu menembus pasar nasional, khususnya komoditas olahan nanas khas Tuatunu.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, mengungkapkan bahwa percepatan pengurusan izin ini bersifat mendesak. Hal tersebut dikarenakan pangsa pasar di luar daerah sudah terbuka lebar, di mana salah satu mitra utama (*offtaker*) di wilayah Jawa Barat saat ini tengah menanti kiriman produk olahan nanas asal Kota Beribu Senyuman ini.

“Sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota kemarin, wilayah Kecamatan Gerunggang, khususnya Kelurahan Tuatunu, diproyeksikan sebagai sentra utama komoditas nanas. Oleh sebab itu, dokumen legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) harus diselesaikan terlebih dahulu, yang kemudian diikuti dengan penerbitan PIRT atau MD, serta sertifikasi halal agar proses distribusi ke Jawa Barat berjalan lancar,” jelas Agustu seusai menghadiri rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama jajaran Lapas.

Agustu juga menambahkan bahwa Pemkot secara strategis memetakan keunggulan tiap kawasan berdasarkan karakteristik daerahnya. Jika Tuatunu diperkuat dengan *branding* olahan nanas, maka wilayah lain seperti Kecamatan Rangkui dan Bukit Intan akan difokuskan pada hilirisasi produk pangan berbasis olahan ikan.

Langkah taktis dan sinergis dari jajaran Pemkot ini diapresiasi mendalam oleh jajaran pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (KEMENIPAS). Kalapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang melalui kehadiran Asisten I, Agustu Effendi.

Menurut Sugeng, program pembinaan yang berfokus pada pemanfaatan hasil pertanian nanas ini memiliki irisan visi yang sangat kuat dengan program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi lokal yang diusung oleh pemerintah daerah.

“Kami sangat bersyukur di tengah keterbatasan yang ada, seluruh jajaran Pemkot Pangkalpinang mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan memberikan dukungan penuh. Sinergi ini berjalan menyeluruh dari hulu terkait pemenuhan bahan baku nanas, hingga ke hilir pada proses pengolahan produk dan fasilitas perizinannya. Ini adalah langkah nyata bersama untuk mengangkat kearifan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” pungkas Sugeng.

Melalui integrasi pelayanan perizinan yang dipercepat ini, produk olahan nanas Tuatunu diharapkan tidak hanya menjadi identitas kebanggaan lokal, melainkan siap bersaing menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi di pasar ritel modern luar pulau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.