Pemkot Pangkalpinang Dukung Program IDAMAN, Dorong Jamu Jadi Pilihan Selain Kopi

by -501 Views

Pangkalpinang – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN). Program ini diharapkan dapat menghapus ketakutan masyarakat dalam mengonsumsi jamu, sekaligus mendorong komoditas herbal tersebut menjadi alternatif gaya hidup baru di Kota Pangkalpinang.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Junaidi, dalam kegiatan program IDAMAN yang dirangkaikan dengan serah terima pinjam pakai gedung untuk calon Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Berkaitan dengan hal itu, kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu karena ini menjadi program nasional, kami mendukung program itu,” ujar Junaidi saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).

Junaidi menjelaskan, Pemkot Pangkalpinang akan terus memasifkan komunikasi dan sosialisasi program ini, baik di internal jajaran pemerintah kota maupun langsung kepada masyarakat luas.

Menurutnya, selama ini masih ada stigma atau rasa khawatir di tengah masyarakat untuk mengonsumsi jamu karena isu kandungan zat-zat berbahaya. Melalui momentum *kick-off* program IDAMAN ini, pemerintah ingin meyakinkan warga bahwa jamu tradisional kini dikelola dengan aman dan higienis.

“Kita sadar bahwa selama ini kan orang jamu ini kan takut orang. Karena belum ada, misalnya, takut mengandung zat-zat apa gitu kan. Nah melalui program *kick-off* ini, sudah kita komunikasikan bahwa ternyata jamu ini sekarang aman untuk dikonsumsi, herbal untuk kesehatan,” jelasnya.

Libatkan UMKM, Targetkan Jamu Saingi Kopi

Lebih lanjut, Junaidi menekankan bahwa program IDAMAN ini membawa dampak domino yang positif bagi sektor ekonomi kerakyatan, khususnya para pelaku UMKM di Pangkalpinang. Keterlibatan UMKM ini dinilai sangat kuat, mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Iya ada (kaitannya dengan UMKM), karena yang pertama kaitannya dari mulai produk bahannya. Bahannya itu kan bisa melibatkan para UMKM yang ada di Kota Pangkalpinang. Kemudian pemasarannya juga,” tutur Junaidi.

Ia pun mengapresiasi inovasi yang mulai bermunculan di masyarakat, salah satunya dengan kehadiran ‘Teras Jamu’. Ke depan, Junaidi berharap jamu tidak lagi dianggap sebagai minuman kuno, melainkan bisa naik kelas menjadi pilihan kongko atau konsumsi harian masyarakat bersanding dengan tren kopi yang tengah menjamur.

“Harapannya ini juga IDAMAN ini menjadi salah satu pilihan selain kopi gitu kan, yang ada di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.

Selain peluncuran program IDAMAN, sinergi pengawasan obat dan makanan di wilayah ini dipastikan akan semakin kuat seiring dengan dilakukannya serah terima pinjam pakai gedung untuk calon UPT BPOM (Balai Besar POM) di Pangkalpinang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.