Ledakan Keuangan Digital dan Krisis Literasi Finansial Generasi Muda

by -282 Views
Foto : Marta Apriliyani (Mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung)

Oleh : Marta Apriliyani (Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Bangka Belitung)

Perkembangan teknologi di era dunia digital telah membawa banyak perubahan besar di kehidupan masyrakat, termasuk perkembangan dalam sektor keuangan. Di era saat ini, akses ke berbagai layanan dengan mudah dapat dijangkau hanya dengan melalui telepon genggam. Seperti, dimana masyarakat dapat membuka rekening bank, menggunakan fitur dompet digital, melakukan investasi, dan sampai dapat mengajukan pinjaman online dengan satu klik tanpa harus datang ke kantor bank atau layanan keuangan lainnya untuk mengurus penggunaan sistem digital tersebut. Kemudahan akses tersebut menjadi bukti yang menunjukan bahwa bukan hanya sektor perbankan saja, sektor keuangan non bank juga mengalami perkembangan pesat di era digital modern.

Dibalik perkembangan yang maju terdapat persoalan yang cukup sulit untuk di atasi, yaitu minimnya literasi keuangan di masyarakat. Banyak orang yang sudah mampu memanfaatkan teknologi keuangan, namun tidak sedikit juga yang belum memahami cara mengelola keuangan dengan bijak. Dimana kondisi seperti itu menjadi suatu tantangan yang besar karena perkembangan teknologi keuangan ternyata bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan peningkatan kepahaman masyarakat terhadap pengelolaan finansial yang sehat dan stabil.

Literasi keuangan sangat penting karena dianggap sebagai kemampuan seseorang untuk memahami, mengelola, dan paling penting sebagai pengambilan keputusan keuangan secara tepat. Namun, literasi bukan hanya dianggap sebagai kemampuan untuk menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital, tetapi sebagai kemampuan untuk memahami resiko, mengatur pengeluaran maupun merencakanan keuangan untuk masa depan.

Kenyataannya, minimnya literasi keuangan sangat banyak dijumpai di tengah – tengah masyarakat sekarang, khususnya pada generasi muda. Kemudahaan bertransaksi digital sering kali dianggap mendorong perilaku konsumtif. Sangat banyak di jumpai kebanyakan orang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena keinginan sesaat yang di rasakannya. Seperti layanan “beli sekarang bayar nanti” yang membuat banyak masyarakat semakin mudah membuat orang untuk melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan mereka.

Selain itu, maraknya pinjaman online yang illegal dan beberapa investasi bodong menjadi bukti bahwa banyak masyarakat yang masih kurang memahami risiko keuangan. Banyak orang tergiur dengan tawaran keuntungan yang besar dalam waktu sesaat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Hal tersebut mengakibatkan banyak orang terjebak di dalam dunia perhutangan, kehilangan banyak aset, bahkan mengalami masalah perekonomian yang berkepanjangan.

Permasalahan terhadap minimnya literasi keuangan yang terjadi dampaknya tidak hanya untuk individu itu sendiri, tetapi sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat secara meluas. Jika masyarakat tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik maka tingkat konsumsi tidak sehat juga akan meningkat, di sisi lain kebiasaan untuk menabung dan investasi secara aman masih sangat rendah untuk ditemui. Hal seperti itu dapat membuat lemahnya sistem ketahanan ekonomi keluarga dan memperbesar kesenjangan sosial di masyarakat.

Mirisnya, ternyata perkembangan teknologi keuangan di era saat ini berlangsung dengan sangat cepat. Selain itu untuk bank digital, fintech, cryptocurrency, hingga berbagai platform investasi online juga berkembang sangat pesat dengan bantuan promosi yang menarik perhatian publik. Dibalik hal ini juga dapat kita ketahui bahwa kebanyakan pengguna hanya fokus pada kemudahan dan keuntungan instan tanpa paham dengan risiko yang dihadapi. Oleh karena itu, pendidikan literasi keuangan sangat penting untuk membantu masyarakat agar lebih bijak dalam tata cara pengambilan keputusan finansial.

Alangkah baiknya jika pendidikan literasi keuangan diajarkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan yang akan dihadapkannya untuk beradaptasi.

Dimana banyak hal yang perlu diajarkan kepada anak muda yaitu tata cara mengatur keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami tentang pentingnya menabung, serta mengenali resiko utang konsumtif. Selain itu, lembaga keuangan juga harus berperan aktif guna memberikan edukasi kepada masyarakat agar layanan keuangan tidak hanya dimanfaatkan, tapi juga dapat pemahaman secara benar.

Literasi keuangan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting di era digital saat ini. Kemajuan sektor perbankan dan keuangan non bank memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Namun tanpa pemahaman finansial yang baik, kemudahan tersebut dapat berubah menjadi ancaman yang merugikan.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat. Masyarakat yang cerdas secara finansial bukanlah mereka yang memiliki pendapatan besar, melainkan mereka yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab. Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.