Pangkalpinang – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pangkalpinang, Erwandi, menegaskan pentingnya esensi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum refleksi dunia pendidikan, bukan sekadar seremonial.
“Seperti disampaikan Bapak Wali Kota dan amanat Menteri, peringatan ini adalah bentuk penghargaan terhadap upaya para pendidik. Kita berharap pemerataan pendidikan bisa terjadi di seluruh Indonesia,” ujar Erwandi, Senin (4/5/2026).
Ia menyebut, pendidikan merupakan mandat konstitusi yang wajib dipenuhi, termasuk komitmen alokasi anggaran sebesar 20 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Erwandi menjelaskan, arah pendidikan saat ini berfokus pada pembentukan kompetensi siswa melalui konsep 5C, yakni Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, dan Character.
“Yang paling penting adalah karakter. Di tengah perkembangan teknologi dan AI, aspek ini tidak bisa tergantikan,” tegasnya.
Menurutnya, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mampu menguasai pengetahuan, namun tidak dalam membentuk karakter peserta didik.
“Untuk membangun karakter, itu kembali ke guru sebagai ujung tombak dalam memberikan pembelajaran dan keteladanan,” katanya.
Selain itu, Erwandi juga mengungkapkan rencana pembenahan manajemen dan sumber daya manusia di lingkungan Dinas Pendidikan, termasuk pemetaan dan pengisian jabatan kepala sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt).
“Nanti akan kita lakukan mapping dan penyegaran. Kita tempatkan sesuai kompetensi,” ujarnya.
Langkah ini, lanjutnya, juga untuk menghapus stigma sekolah favorit dan non-favorit di masyarakat.
“Sebenarnya tidak ada sekolah favorit atau tidak. Semua sama, yang membedakan hanya mindset masyarakat,” tambahnya.
Terkait syarat menjadi kepala sekolah, Erwandi menjelaskan minimal harus memiliki golongan III/C dan telah mengikuti pendidikan calon kepala sekolah. Namun, sesuai kebijakan terbaru, pelantikan dapat dilakukan lebih dulu meski pendidikan menyusul.
“Peluangnya masih terbuka lebar,” pungkasnya.








