DPRD Babel Fasilitasi Audiensi Sopir Truk, Barcode BBM Subsidi Siap Diaktifkan Kembali

by

Pangkalpinang, Demokrasibabel – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memfasilitasi audiensi dengan Perkumpulan Sopir Truk Tronton dan Trailer terkait kendala penggunaan BBM Bio Solar bersubsidi. Pertemuan tersebut digelar di Ruang Banmus Kantor DPRD Babel, Kamis (27/4/2026).

Audiensi ini dilakukan menyusul keluhan para sopir truk pengangkut kontainer bahan pangan dan kebutuhan pokok yang tidak dapat mengakses BBM subsidi akibat barcode kendaraan yang tidak aktif.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan mayoritas kendaraan roda enam ke atas mengalami kendala pada barcode, sehingga tidak berhak memperoleh BBM subsidi meskipun mengangkut logistik penting.

“Kalau mereka menggunakan BBM non-subsidi, otomatis biaya angkut naik dan berdampak pada harga sembako di masyarakat,” ujar Didit usai audiensi.

Didit menegaskan distribusi logistik seperti sembako dan pupuk seharusnya tetap mendapat akses BBM subsidi dengan syarat administrasi terpenuhi.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD bersama pihak terkait, termasuk Pertamina, menyepakati sejumlah solusi. Salah satunya adalah pengaktifan kembali barcode kendaraan yang sebelumnya tidak aktif.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 60 kendaraan yang mengalami kendala, proses aktivasi akan dilakukan secara bertahap. Pertamina disebut siap mempercepat proses tersebut selama persyaratan seperti pajak kendaraan telah dipenuhi.

“Komitmennya, satu kendaraan bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 20 menit. Setelah satu selesai, langsung dilanjutkan ke kendaraan berikutnya,” katanya.

Selain itu, DPRD juga meminta adanya penyesuaian kuota BBM subsidi. Selama ini, sopir mengaku hanya mendapat jatah sekitar 60 liter, yang dinilai belum mencukupi untuk distribusi ke sejumlah wilayah seperti Bangka Selatan, Mentok, hingga Belinyu.

“Atas kondisi itu, kami minta ada toleransi penambahan kuota, khusus untuk kendaraan pengangkut sembako yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Didit, kebijakan tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Jika biaya distribusi meningkat, maka harga di tingkat konsumen juga akan ikut naik.

Audiensi tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, serta instansi terkait lainnya. Hasil rapat menyepakati seluruh persoalan dapat diselesaikan, dan kendaraan yang memenuhi syarat dipersilakan kembali mengaktifkan barcode untuk mengakses BBM subsidi.

“Alhamdulillah semuanya sudah clear. Barcode bisa diaktifkan kembali, dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar,” tutup Didit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.