Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menggelar audiensi untuk menindaklanjuti dinamika harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluhkan petani.
Rapat yang berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, Kamis (23/4/2026), dihadiri oleh perwakilan APDESI, petani sawit, serta perusahaan sawit.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya yang memimpin rapat mengatakan, rantai pembelian sawit petani saat ini didominasi oleh pihak Delivery Order (DO) dan pengepul.
“Maka kami minta dinas di masing-masing kabupaten/kota untuk segera bersama perusahaan sawit mengundang pembeli DO, agar para pengepul mendapatkan informasi yang sama,” ujar Didit.
Ia juga meminta dinas terkait seperti Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian, hingga PTSP untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna menyusun format bersama dalam penetapan harga TBS.
“Format ini nantinya digunakan saat penetapan harga TBS. Kita harapkan semua perusahaan hadir, karena selama ini masih ada yang tidak hadir,” tegasnya.
Menurut Didit, kehadiran seluruh perusahaan sangat penting agar mereka dapat menyampaikan hak dan pandangannya secara langsung dalam forum resmi.
Ia bahkan mendorong agar dalam penentuan harga TBS, turut melibatkan aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian.
“Supaya kita bisa mendapatkan pandangan hukum. Jika sudah ada kesepakatan harga minimal dan maksimal, lalu ada yang melanggar, maka bisa diberikan sanksi,” jelasnya.
Didit menambahkan, aturan terkait sanksi sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, baik secara perdata maupun pidana.
“Namun kita tetap mengedepankan solusi bersama agar tidak ada lagi keluhan, baik dari petani maupun perusahaan,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Babel akan menyurati Gubernur untuk membentuk tim terpadu yang melibatkan unsur eksekutif, legislatif, kepolisian, dan kejaksaan.
“Tujuannya agar jika ke depan ada pelanggaran, minimal ada sanksi yang bisa ditegakkan. Kita ingin marwah aturan ini benar-benar dijalankan,” pungkas Didit.









