Pembukaan One Way Nasional Arus Balik Idulfitri 2026 Resmi Dimulai, Jasa Raharja Imbau Masyarakat Prioritaskan Keselamatan

by -669 Views

Semarang, Demokrasibabel— Jasa Raharja turut menghadiri pembukaan rekayasa lalu lintas arus balik one way nasional Idulfitri 2026 yang digelar di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran arus balik sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jalan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan yang diprediksi mencapai puncaknya pada 25–27 Maret 2026, sekaligus mencegah terjadinya bottleneck menuju arah Jakarta. Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan tol fungsional serta skema rekayasa lalu lintas tambahan.

Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi manajemen arus balik guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Manajemen arus balik ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dengan tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya ini,” ujarnya.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia mengimbau pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah, seperti rest area dan pos pelayanan terpadu.

“Masyarakat diharapkan menjaga keselamatan, beristirahat di rest area, serta memanfaatkan alternatif moda transportasi seperti kereta api. Fasilitas work from anywhere (WFA) juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kepadatan arus balik,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti pentingnya pengelolaan rest area, terutama di titik rawan kepadatan. Ia menyebutkan bahwa puncak arus balik diperkirakan mencapai 285 ribu kendaraan.

“Beberapa rest area akan diberlakukan sistem buka-tutup, seperti rest area 62B dan 52B, guna mencegah penumpukan kendaraan seperti yang terjadi pada arus mudik sebelumnya,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Pemerintah, kata dia, telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan pribadi maupun umum.

“Pengemudi disarankan beristirahat setiap tiga jam. Kelelahan dan kantuk menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan adanya tren positif dalam keselamatan selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan data bersama Korlantas Polri pada 13–23 Maret 2026, jumlah kecelakaan menurun sekitar 2 persen, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian.

“Penurunan paling signifikan terjadi pada korban meninggal dunia, yakni turun 27 persen dari 294 menjadi 213 korban. Ini menunjukkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan melalui program Zero Pending Claim, yang memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan.

Awaluddin juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak, menghindari puncak arus balik, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama, tetapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor, kehadiran negara diharapkan mampu menghadirkan layanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan, khususnya pada momentum arus balik Lebaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.