Pangkalpinang, Demokrasibabel- Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada mahasiswa dan pengguna jalan di sekitar kampus, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial mahasiswa di bulan suci Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di lingkungan kampus Polman Babel.
Pembagian takjil dipusatkan di kawasan sekitar kampus dengan menyasar mahasiswa yang hendak pulang kuliah menjelang waktu berbuka puasa. Selain itu, pengendara dan pejalan kaki yang melintas juga turut menerima paket takjil.
Sejak sore hari, para pengurus BEM telah bersiaga di sejumlah titik strategis di sekitar kampus. Dengan penuh semangat, mereka menyapa pengguna jalan sambil membagikan paket takjil sederhana untuk berbuka puasa.
Ketua BEM Polman Babel, Yuda, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan di bulan penuh berkah. Tidak harus menunggu banyak untuk bisa memberi, karena hal kecil pun bisa sangat berarti bagi yang menerima,” kata Yuda saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Ia menuturkan kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi wujud kehadiran BEM bukan hanya sebagai organisasi kemahasiswaan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling mendukung dan menguatkan.
“Dari langkah kecil inilah tumbuh rasa solidaritas, empati, dan kebersamaan antar mahasiswa,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antar pengurus sekaligus membangun citra positif mahasiswa di tengah masyarakat sekitar kampus.
Menurut Yuda, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi diisi dengan aksi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini juga direncanakan menjadi agenda rutin tahunan selama bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Melalui kegiatan berbagi takjil tersebut, BEM Polman Babel berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Dengan begitu, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan vokasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter serta nilai-nilai kemanusiaan.







