Koba, Demokrasibabel – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman memberikan pesan mendalam saat membuka kegiatan Pesantren Kilat SMP Negeri 1 Koba di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (2/3/2026).
Kegiatan bertema “Menanam Adab, Menuai Keberkahan, Tumbuh dan Berkembang di Taman Kesalihan” itu digelar selama empat hari hingga Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, Algafry menilai metode pesantren kilat efektif untuk menjaga semangat siswa dalam mengenal dan meyakini ajaran agama masing-masing.
“Mari ikuti kegiatan baik ini dengan fokus dan ikhlas. Ilmu yang kita peroleh harus terus kita kembangkan. Jangan hanya sebatas mendengar di sini lalu merasa puas, tetapi carilah ilmu seluas-luasnya,” ujar Algafry.
Ia menyebutkan kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Bangka Tengah, seperti Kecamatan Namang dan Lubuk Besar. Menurutnya, program tersebut krusial dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman.
“Masa saya berbeda dengan masa mereka sekarang. Tidak bisa disamakan, termasuk metode pendekatannya. Para guru diharapkan mampu beradaptasi dalam memberikan bimbingan kepada siswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Koba, Hana Meilani, mengatakan pesantren kilat tersebut diikuti sekitar 700 siswa.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, tetapi juga diisi dengan bimbingan keagamaan bagi siswa beragama lain.
“Kegiatan ini bukan hanya pesantren kilat untuk siswa Muslim, tetapi juga bimbingan keagamaan bagi siswa penganut agama lain. Selama empat hari ke depan, kami juga melaksanakan bimbingan keagamaan untuk siswa Katolik, Kristen, Konghucu, dan Buddha dengan menghadirkan tokoh agama masing-masing. SMP Negeri 1 Koba ini mencerminkan Indonesia mini,” kata Hana.
Pesantren kilat tersebut menghadirkan motivator Buyung Ristyono dan penceramah Dodi Tarmizi, serta pemateri lainnya yakni Imam Taufik dan Nordianto.
Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah.








