BI Babel Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan–Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya

by -1027 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menggelar Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Kegiatan kick off berlangsung di Lobby Teras Pundok, Lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/2/2026). Program SERAMBI 2026 mengusung tema Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Farid Tamsil, mengatakan BI menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

“Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,1 triliun. Diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui layanan penukaran uang SERAMBI,” ujar Farid dalam keterangannya.

Selain itu, BI juga terus mendorong masyarakat untuk memberikan THR secara non-tunai melalui berbagai kanal digital seperti QRIS, top up uang elektronik, hingga transfer perbankan.

Layanan Penukaran di 87 Titik

Pada tahun ini, layanan penukaran uang tersedia di 87 titik yang tersebar di wilayah Bangka dan Belitung. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui kas keliling BI, kantor bank umum, hingga layanan penukaran terpadu di Alun-alun Taman Merdeka pada 2-3 Maret 2026.

Nominal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per paket. Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan, proses pemesanan penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran dilakukan dalam dua tahap, yakni:
Tahap pertama: mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
Tahap kedua: mulai 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB

Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah

SERAMBI 2026 juga dimanfaatkan sebagai momentum edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah. Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga uang rupiah melalui prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengenali keaslian uang rupiah dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Bank Indonesia menegaskan bahwa uang yang bersih, utuh, dan asli tetap layak edar serta sah digunakan dalam transaksi, meskipun bukan uang baru.

“Selama bersih, utuh dan asli, uang tersebut tetap layak edar dan sah digunakan. Uang tidak harus baru, yang penting nominalnya,” tutup Farid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.