Didit Srigusjaya Pastikan LPG 3 Kg di Babel Normal Lagi Mulai 5 Februari

by -1930 Views
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat memimpin audiensi terkait kelangkaan LPG 3 Kg

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, memastikan pasokan LPG 3 kilogram di Bangka Belitung akan kembali normal mulai 5 Februari 2026. Kepastian itu disampaikan usai audiensi terkait kelangkaan LPG yang berdampak pada kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga sektor ekonomi masyarakat.

Audiensi tersebut melibatkan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Provinsi Bangka Belitung, perwakilan Pertamina, serta staf khusus Gubernur Babel, Ahmadi Sopian.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi PKL Bangka Belitung, staf khusus gubernur, dan JM Pertamina yang luar biasa hadir. Alhamdulillah, dari rapat tadi ada beberapa kesimpulan penting,” kata Didit, Senin (2/2/2026).

Didit menjelaskan, kesimpulan pertama dari audiensi itu adalah jika tidak ada halangan distribusi LPG 3 kg mulai 5 Februari penyaluran gas melon dipastikan kembali normal di seluruh Pulau Bangka Belitung. Namun demikian, penyaluran tetap harus tepat sasaran.

Kesimpulan kedua, akan dibentuk tim pengawasan terpadu untuk mengawasi penyaluran LPG 3 kg agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Tim tersebut nantinya akan melibatkan aparat penegak hukum (APH), seperti kepolisian dan kejaksaan, dan menjadi kewenangan pihak eksekutif.

“Tim pengawasan terpadu ini penting supaya distribusi LPG 3 kg benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Selanjutnya, Didit menyebutkan bahwa Pertamina memastikan stok LPG 3 kg dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

“Untuk Ramadan dan Idul Fitri, Insya Allah stok aman,” katanya.

Terkait harga eceran tertinggi (HET), Didit menilai perlu adanya kepastian hukum yang jelas. Menurutnya, hal itu penting agar agen LPG yang menyalurkan ke daerah terpencil juga mendapatkan kejelasan dan keadilan.

“Kita harus objektif, karena agen-agen yang menyalurkan ke daerah jauh juga punya beban biaya,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Didit menegaskan Gubernur Babel bersama DPRD akan mendesak pemerintah pusat untuk membangun kilang atau depo penampung LPG baru di Bangka Belitung. Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Babel sebagai daerah kepulauan dengan cuaca laut dan udara yang kerap ekstrem.

“Dengan adanya kilang atau penampung LPG baru, permasalahan kelangkaan LPG 3 kg diharapkan tidak terulang lagi,” pungkas Didit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.