Toboali, Demokrasibabel.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DPPP) berencana meningkatkan luas tanaman pangan melalui program rehabilitasi dan pengoptimalan lahan pertanian yang kurang produktif di sejumlah kecamatan.
Program tersebut difokuskan pada penataan kembali lahan sawah yang dinilai belum optimal, termasuk lahan tidur, guna mendorong peningkatan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Bangka Selatan.
Kepala DPPP Bangka Selatan Risvandika mengatakan, pihaknya telah mengajukan rencana perluasan lahan sawah pada 2026 dengan total luas sekitar 500 hektare yang tersebar di empat kecamatan, yakni Toboali, Pulau Besar, Airgegas, dan Kepulauan Lepar.
“Pengoptimalan lahan dilakukan melalui rehabilitasi lahan sawah yang kurang produktif serta pemanfaatan lahan tidur agar kembali difungsikan sebagai lahan pertanian pangan,” kata Risvandika, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, langkah rehabilitasi meliputi penataan lahan, perbaikan struktur tanah, serta penyempurnaan sarana pendukung pertanian agar lahan dapat ditanami secara maksimal oleh petani.
Selain itu, DPPP Bangka Selatan juga menekankan pentingnya perbaikan sistem irigasi dan pengairan, termasuk pembangunan serta pembenahan drainase sebagai faktor utama keberhasilan rehabilitasi lahan sawah.
“Dengan irigasi dan drainase yang baik, lahan sawah yang sebelumnya kurang produktif bahkan tidak diolah bisa dioptimalkan kembali. Ketersediaan air dan sistem drainase yang memadai menjadi kunci agar lahan sawah dikelola secara berkelanjutan dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi,” ujarnya.
Risvandika menambahkan, peningkatan luas lahan sawah akan berdampak langsung pada peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi yang menjadi komoditas utama di Bangka Selatan.
Selain meningkatkan produksi, program ini diharapkan mampu mendorong perekonomian petani melalui peningkatan hasil panen serta terbukanya kesempatan kerja di sektor pertanian, sehingga ketersediaan pangan daerah semakin terjamin.
Ia berharap rencana perluasan dan rehabilitasi lahan sawah tersebut dapat segera direalisasikan agar petani semakin bersemangat dalam mengelola lahan pertanian.
“Harapan kami, program ini dapat segera berjalan dan para petani semakin bergairah mengelola persawahan demi mendukung ketahanan pangan Bangka Selatan,” tutupnya.









