UBB Tebar Benih Kerang Darah untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir Terdampak Tambang Timah

by -63 Views
Mahasiswa dan Dosen Akuakultur Universitas Bangka Belitung saat menebar benih kerang darah di Pantai Tapak Antu, 12 September 2025

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat perannya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tingkat universitas. Salah satu wujudnya adalah kegiatan Diseminasi Sea Ranching Kerang Darah, yang dilaksanakan sebagai langkah rehabilitasi ekosistem laut terdampak aktivitas penambangan timah di perairan Bangka Belitung.

Kegiatan yang berlangsung di Pantai Tapak Antu, Desa Batu Belubang, dan Pantai Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, ini menjadi tahap lanjutan dari program yang telah dimulai sejak Juli 2025. Sebanyak setengah ton benih kerang darah ditebar oleh tim dosen dan mahasiswa UBB bersama masyarakat pesisir setempat.

Dua dosen UBB, yakni Dr. Endang Bidayani, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Akuakultur dan Dr. Eka Sari, S.Si., M.Si., dari Program Studi Biologi, memimpin langsung kegiatan tersebut. Mereka menegaskan bahwa kegiatan Sea Ranching ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga berfungsi sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis riset kelautan.

“Penebaran benih kerang darah ini merupakan bentuk intervensi ekologis untuk memperbaiki kualitas habitat pesisir yang rusak akibat sedimentasi dan aktivitas tambang laut. Kami ingin menunjukkan bahwa sains dapat menjadi solusi nyata bagi masalah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Endang Bidayani di Bangka Tengah, Selasa.

Ia menjelaskan, kerang darah (Anadara granosa) dipilih karena memiliki kemampuan filtrasi tinggi yang membantu membersihkan perairan dan mempercepat proses pemulihan alami ekosistem laut. Selain itu, kerang darah juga memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat dikembangkan sebagai komoditas perikanan berkelanjutan di tingkat lokal.

Antusiasme masyarakat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Warga nelayan dari Desa Batu Belubang dan Desa Kebintik turut berpartisipasi aktif dalam proses penebaran, dibantu mahasiswa UBB dan guru-guru SMA Negeri 1 Pangkalan Baru. Mereka berharap kegiatan ini berkelanjutan agar kawasan pesisir mereka dapat menjadi daerah percontohan budidaya kerang darah di Bangka Tengah.

“Kami mendukung penuh program UBB ini karena memberikan harapan baru bagi kami, masyarakat pesisir. Selain membantu memperbaiki laut yang rusak, kerang darah juga bisa menjadi sumber pendapatan baru,” kata Kepala Desa Kebintik, saat mendampingi kegiatan tersebut.

Program Sea Ranching Kerang Darah menjadi contoh konkret sinergi antara dunia akademik, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekonomi biru (blue economy). Melalui kegiatan ini, UBB berharap dapat mengembangkan model konservasi berbasis partisipatif yang tidak hanya menyehatkan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pesisir secara berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan program ini sebagai salah satu kontribusi nyata UBB dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” tambah Dr. Endang.

Dengan keterlibatan langsung masyarakat, kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi embrio bagi pengembangan kawasan pesisir produktif yang berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat posisi UBB sebagai universitas riset yang berperan aktif dalam pemulihan ekosistem maritim di daerah penghasil timah terbesar di Indonesia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.