Sinergi Keselamatan Publik, Jasa Raharja Dukung FGD Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

by -119 Views

Jakarta, Demokrasibabel – Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan transportasi darat terus menaruh perhatian serius terhadap keselamatan di perlintasan sebidang kereta api, titik rawan kecelakaan yang kerap menimbulkan korban jiwa.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, hingga Juli 2025 telah terjadi 34 kecelakaan yang melibatkan kendaraan di perlintasan sebidang wilayah operasi Jakarta. Kondisi ini semakin memperkuat urgensi kolaborasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menjawab tantangan tersebut, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kolaborasi Antara Kementerian dan Lembaga untuk Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api”, pada Rabu (27/8), di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta.

Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan santunan korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga aktif mendorong langkah-langkah pencegahan.

“Tugas Jasa Raharja adalah melindungi korban kecelakaan, namun fokus utama kami juga bagaimana meningkatkan kerja sama lintas sektor agar masyarakat terhindar dari kecelakaan. Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi demi keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang,” ujar Dewi.

FGD ini turut dihadiri perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, KNKT, PT KAI, Korlantas Polri, akademisi, hingga pakar transportasi.

Sekretaris Jenderal MTI, Haris Muhammadun, menyoroti tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial-ekonomi.

“Kecelakaan lalu lintas bukan hanya menelan korban jiwa, tetapi juga bisa menciptakan kemiskinan baru. Para korban yang meninggal mayoritas adalah pencari nafkah keluarga. Jika dibiarkan, dampaknya akan semakin luas,” tegas Haris.

Melalui forum ini, diharapkan lahir sinergi pentahelix yang melibatkan regulator, operator, penegak hukum, akademisi, hingga masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi.

Sebagai BUMN yang mengemban mandat negara, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam edukasi, sosialisasi, serta mendukung implementasi lima pilar keselamatan lalu lintas demi terciptanya transportasi yang aman dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.