Koba, Demokrasibabel.com – PLN Wilayah Bangka Belitung menanam 10.000 mangrove di kawasan Pantai Penyak Kabupaten Bangka Tengah sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kepedulian terhadap ekosistem pesisir yang sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) 14 “Ekosistem Laut”, Jumat (1/8).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Dini Sulistyawati mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi PLN dalam membangun kembali kekuatan lingkungan pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Peduli.
Ia menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan kolaborasi nyata lintas sektor meliputi pemerintah, DANANTARA, swasta, komunitas dan masyarakat.
Adapun yang melatarbelakangi penanaman mangrove di kawasan ini karena Pantai Penyak dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan nyata, seperti penurunan luasan mangrove akibat abrasi, perubahan tata guna lahan dan tekanan aktivitas manusia.

“Kita semua tahu bahwa mangrove bukan sekadar tumbuhan pinggir laut. Ia adalah
garda terdepan pertahanan alam — penahan abrasi, penyerap karbon alami dan rumah bagi beragam spesies yang menopang rantai kehidupan di laut dan daratan pesisir,” Katanya.
Oleh karena itu, kata Dini, kegiatan yang dilaksanakan hari ini, dengan tema “Beribu Mangrove di Bangka Belitung – Semangat Hijaukan Hutan Mangrove”, bukan hanya program seremonial.
“Ini adalah bentuk konkret dari gerakan pelestarian yang menyatukan niat baik dan aksi nyata. Kita bersama-sama menunjukkan bahwa restorasi ekosistem bukan wacana kosong, tapi tindakan kolektif yang membutuhkan keberanian untuk memulai dan komitmen untuk melanjutkan,” ujarnya.
Ia berharap dengan penanaman 10.000 bibit mangrove hari ini dapat membangkitkan kembali kesadaran masyarakat bahwa alam tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja.
“Kita ingin memulihkan fungsi ekologis mangrove yang rusak, menguatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap perubahan iklim, dan yang tak kalah penting, yaitu mengedukasi generasi muda bahwa warisan terbesar yang bisa kita tinggalkan bukan hanya kemajuan teknologi, tapi juga alam yang tetap hidup, lestari dan produktif,” katanya.

Ia mengungkapkan, peran PLN sebagai bagian dari DANANTARA yang diberi amanah menerangi negeri, PLN tidak hanya hadir dalam bentuk energi listrik yang andal dan berkelanjutan, tapi juga hadir sebagai mitra pembangunan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, kami terus berupaya menghadirkan energi yang tak hanya menyala di rumah-rumah, tetapi juga menyalakan semangat perubahan untuk lingkungan, untuk masyarakat dan untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penanaman 10.000 mangrove hari ini adalah bagian dari transformasi PLN menuju energi yang lebih hijau.
“Transisi energi yang kami dorong tidak bisa dilepaskan dari konteks keberlanjutan lingkungan. Karena bagi kami, energi bersih tidak hanya diukur dari teknologi yang digunakan, tetapi juga dari nilai yang kita tanamkan, seperti nilai-nilai kepedulian, pelestarian, dan kolaborasi,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga mangrove yang telah ditanam saat ini agar bisa tumbuh dengan subur.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya mangrove, tetapi juga harapan bahwa langkah kecil ini akan membawa dampak besar di masa depan. Saya mengajak seluruh hadirin yang hadir hari ini untuk jangan berhenti di angka 10.000. Jadikan ini sebagai titik tolak dari gerakan lingkungan yang terus tumbuh dan berkembang. Bersama PLN, bersama pemerintah, bersama masyarakat, kita bangun budaya merawat lingkungan sebagai bagian dari identitas Bangka Belitung yang kita cintai,” katanya.
Kepala DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bambang Trisula mengapresiasi PLN wilayah setempat menanam 10.000 mangrove di Pantai Penyak Kabupaten Bangka Tengah, sebagai rangkaian memperingati Hari Mangrove Sedunia.
“Penanaman mangrove hari ini untuk kehidupan masyarakat pesisir berkelanjutan,” katanya.
Ia mengatakan penanaman 10.000 mangrove di Pantai Penyak Kabupaten Bangka Tengah yang diinisiasi PT PLN Wilayah Kepulauan Bangka Belitung ini tentunya dapat memulihkan fungsi ekologis mangrove yang rusak, menguatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap perubahan iklim.
“Penanaman 10.000 mangrove ini diharapkan dapat mengedukasi generasi muda bahwa warisan terbesar yang bisa kita tinggalkan bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga alam yang tetap hidup, lestari dan produktif,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Bangka, Efrianda menyampaikan banyak terima kasih kepada PLN yang telah bersedia menempatkan lokusnya dalam kegiatan penanaman 10.000 mangrove di Pantai Penyak Bangka Tengah.
Ia mengatakan, menurut informasi yang didapat bahwa mangrove yang ada di Bangka Tengah ini merupakan yang terbaik, di mana sepanjang Penyak hingga Kurau jenis mangrove merupakan satu-satunya di Babel.
“Jadi mangrove di kawasan ini satu-satunya jenis dan tidak ada di daerah lainnya di Indonesia,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memacu pemerintah daerah dan komunitas mangrove di Bangka Tengah agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Terkadang kita di Pemda dengan keterbatasan anggaran kurang memperhatikan para komunitas mangrove ini. Tapi kegiatan ini menjadi sara bagi kita untuk terus berkolaborasi,” ujarnya.







