Impulsif Buying dan Euforia Belanja Pada Tanggal Kembar : Gaya Hidup Yang Perlu Dikendalikan

by
Foto: Arvina Tri Umami ( Mahasiswa Jurusan Manajemen, Universitas Bangka Belitung)

Oleh : Arvina Tri Umami (Mahasiswa Jurusan Manajemen, Universitas Bangka Belitung)

Berbelanja pada dasarnya merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Namun, seiring berkembangnya kemajuan teknologi yang memudahkan masyarakat melalui belanja online, belanja bukan lagi hanya untuk membeli kebutuhan melainkan keinginan, gaya hidup, dan kepuasan diri bahkan menjadi tren yang melekat di masyarakat Indonesia.

Event seperti tanggal kembar yang terjadi baru-baru ini misalnya pada tanggal 6 Juni 2025 atau sering disebut dengan event 6.6 menjadi salah satu puncak aktivitas belanja online dengan lonjakan pembelian hingga 2 sampai 5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Hal ini karena setiap bulan platform e-commerce berlomba-lomba memberikan diskon besar-besaran, promo, gratis ongkir hingga cashback yang menggiurkan.

Apalagi iklan dan promosi di media sosial yang mereview produk-produk berperan penting dalam meningkatkan perilaku konsumtif pembeli. Fenomena ini dikenal sebagai impulsif buying yang menciptakan peningkatan signifikan terhadap ekonomi digital. Namun, dibalik mereknya berbagai hal yang ditawarkan, tanggal kembar menjadi budaya belanja massal yang membuat perilaku konsumtif menjadi tidak terkendali. Dorongan psikologis untuk membeli barang-barang diskon maupun promo terlihat lebih murah sehingga sayang jika dilewatkan seringkali membuat perilaku membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Padahal belanja online awalnya merupakan platform yang digadang-gadang menjadi alternatif pembelian karena dirasa lebih murah daripada official store maupun tempat belanja offline yang ada. Tetapi makin ke sini alih-alih untuk lebih hemat dan memenuhi kebutuhan, pembelian online cenderung meningkatkan pengeluaran bulanan yang rentan memicu perilaku impulsif karena tidak sedikit masyarakat rela membeli barang hanya karena termakan iklan, review dari media sosial yang diikuti untuk kepuasan saat.

Tentu memanfaatkan promo bukanlah sesuatu yang salah tetapi dalam hal itu sangat diperlukan kesadaran dalam berbelanja dengan menentukan skala prioritas terhadap barang-barang yang akan dibeli. Karena perilaku belanja yang tidak terkendali menjadi alarm bahaya yang akan menyerang kelancaran finansial. Kesadaran diri secara internal maupun eksternal untuk tidak mudah tertarik pada hal-hal yang dibalut diskon maupun promo tanpa memikirkan keperluan sebenarnya. Karena kemajuan teknologi memang tidak bisa ditolak maupun dihindari tetapi sebagai pembeli bisa memilah terlebih dahulu dan menjadi konsumen yang cerdas.

Sehingga tidak melakukan pembelian secara sembarangan dan dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Jadikan Ivan tanggal kembar yang penuh dengan promo maupun diskon itu sebagai salah satu langkah membeli kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau bukan hanya untuk eforia belanja sesaat. Karena menjadi konsumen yang bijak juga membantu kita menjadi pengguna yang memanfaatkan teknologi dengan bijak pula sehingga teknologi yang menghadirkan kemudahan tersebut berikan hal positif bukan malah sebaliknya terhadap kehidupan itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.