Wisata Alam Bukit Fat Hin San Terapkan Prokes Covid-19 Bagi Pengunjung

by
Wisata alam religi Bukit Fathin San terapkan Prokes Covid-19 bagi pengunjung

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Guna mencegah penyebaran wabah covid-19, penggelolah wisata alam religi Bukit Fat Hin San, Kelurahan Lubuk Keli Sungailiat, Kabupaten Bangka sudah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 bagi para pengunjung.

Terpampang spanduk disamping pintu gerbang masuk area wisata religi ini diwajibkan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, salah satunya para pengunjung wisata yang berdatangan wajib mengunakan masker.

Pengurus wisata bagian bendahara alam religi Bukit Fat thin San, Marjono mengatakan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) covid-19 ini sudah dilaksanakan kurang lebih sekitar 1 bulan belakangan ini diwajibkan bagi para pengunjung.

“Hal itu tidak lain hanya untuk mencegah dan mengingatkan kesadaran sesama akan kesehatan dari wabah covid-19. Seperti mengunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun mengunakan air mengalir,” katanya saat ditemui Demokrasibabel di gerbang wisata alam religi Bukit Fat Hin San, Senin (02/11).

Selain itu, Protokol Kesehatan dimasa Pandemi Covid-19 merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi akan penyebaran covid-19. Terutama dalam setiap kegiatan keseharian dan sudah menjadi keseharusan Kita bersama untuk pencegahannya.

“Jadi Kita haruslah senantiasa menerapkan Prokes 3M covid-19 seperti yang sudah dianjurkan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten sebelumnya. Sehingga dengan menerapkan Prokes tersebut, mudah-mudahan Kita semua akan terhindar dari merebaknya wabah covid-19,” ujar Marjono.

Sementara itu, pengurus wisata bagian pos gerbang alam religi Bukit Fat Hin San, Wanto menambahkan setiap pengunjung yang hendak memasuki area Bukit, mereka (pengunjung) diwajibkan mematuhi Prokes 3M covid-19 seperti yang terpampang pada spanduk disamping pintu gerbang.

“Saat pengunjung dipintu gerbang masuk, terlebih dahulu pengunjung diperiksa suhu tubuhnya mengunakan digital thermometer dan wajib mengunakan masker. Bila tidak mengunakan masker, pengunjung tidak diperkenankan memasuki wisata perbukitan,” kata Wanto. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *