Warga Limbang Jaya Keluhkan Aktivitas Tambang Sebu-Sebu, Satpol PP Akan Menindaklanjuti

by
Tampak tambang timah rajuk jenis sebu-sebu di Kampung Tunghin, Kelurahan Surya Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Warga perumahan Limbang Jaya RT 05, Kelurahan Surya Timur, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka mengeluhkan terhadap aktivitas tambang ilegal yang beroperasi dekat aliran air kolong Kepo setempat.

Dimana sebanyak 8 unit tambang timah (TI) rajuk jenis sebu-sebu tersebut beroperasi di lahan pribadi milik salah satu warga Tunghin setempat, yang limbahnya dibuang menuju aliran air kolong kepo.

Pasalnya, aliran tersebut memang sudah mengalami pendangkalan dan terlihat semakin sempit akibat limbah penambangan tersebut dibuang ke arah aliran air kolong Kepo.

Menurut salah satu warga perumahan Limbang Jaya, M mengatakan aktifitas TI rajuk sebu-sebu tersebut sudah beroperasi sejak seminggu lalu.

“Yang kami takutkan disini dampak yang ditimbulkan dari penambangan itu, yakni banjir. Tidak ditambang pun daerah sekitar sini sering terjadi banjir, apalagi ada penambangan,” katanya.

Selain itu, setiap musim penghujan tiba, warga yang tinggal tak jauh dari aliran air kolong Kepo tersebut kerap menjadi langganan banjir. Dan itu disebabkan akan pendangkalan pada aliran air oleh aktifitas penambangan.

“Kami tidak pernah melarang aktivitas orang untuk mencari makan. Akan tetapi setidaknya dapat memperhatikan lingkungan setempat, karena ada warga lain yang bermukim di sekitar lokasi tambang. Jadi jangan sampai mereka (penambang) yang dapat duit, kita yang disini kena imbasnya juga,” ungkapnya.

Atas keluhan warga tersebut, Kepala Lingkungan (Kaling) Limbang Jaya, Aad didampingi Ketua RT 05, Karman dan Kaling Tunghin, Edi Santoso pun mendatangi lokasi tambang guna menindaklanjuti laporan tersebut, Minggu (30/5) pagi.

Pada kesempatan itu, warga yang melaporkan hal tersebut sempat terlihat bersitegang dengan pemilik lahan. Karena pemilik lahan tambang beralasan sejumlah TI yang beraktifitas diatas lahan miliknya tidak menganggu aliran air kolong Kepo. Hingga suasana yang tegang pun akhirnya reda setelah pemilik lahan tambang berjanji tidak akan membuang limbah dari penambangan ke aliran air.

“Jadi solusinya begini saja, limbahnya ini akan kita belokkan ke arah lobang yang ada di belakang rumah dan tidak ke arah aliran air lagi,” kata pemilik lahan berinisial Y yang disaksikan Kaling Limbang Jaya, RT 05 dan Kaling Tunghin setempat.

Sementara, Kaling Tunghin, Edi Santoso mengatakan dari hasil kroscek dilapangan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan yang disampaikan warga perumahan Limbang Jaya atas aktifitas sejumlah TI rajuk jenis sebu-sebu diatas lahan milik Y, warga Tunghin.

“Hasil pertemuan hari ini sudah ada solusinya yakni limbah yang semula dikeluhkan warga tersebut, pemilik lahan tambang bersedia tidak akan membuang limbah tambang ke aliran lagi. Dan kami akan melakukan pemantauan lagi nantinya,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua RT 05 Limbang Jaya, Karman mengatakan disekitar lokasi ini memang menjadi langganan banjir, terutama disetiap musim penghujan tiba.

“Yang ditakutkan warga setempat hanya satu terjadi banjir, karena aliran air tertutup dan imbasnya ke warga pemukiman penduduk sekitar 40 KK. Termasuk rumah saya juga sempat terkena banjir,” katanya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Bangka, Kusyono saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, atas laporan yang terima dari masyarakat terkait aktifitas sejumlah TI rajuk jenis sebu-sebu tersebut, ia akan menindaklanjutinya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah (Perda) Satpol PP Bangka, Firman mengaku sebelumnya pihaknya sudah melakukan upaya persuasif dengan turun kelapangan atas aktifitas sejumlah TI rajuk jenis sebu-sebu tersebut.

“Usai upaya persuasif dilakukan, dalam waktu dekat ini, kita akan kembali melakukan pemantauan terhadap aktifitas TI rajuk sebu-sebu tersebut,” kata Firman. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *