TribrataTalk, Kabid Humas Bincang-bincang Bersama Dir Polair Polda Babel Terkait Antisipasi Larangan Mudik

by

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Kepolisian Daerah Kep. Babel terus mengerahkan kekuatan dalam menindaklanjuti perintah Presiden tentang seluruh ASN, anggota TNI-Polri, Swasta maupun masyarakat untuk tidak melakukan mudik. Untuk itu, Polda Kep. Babel telah mengantipasi dan pengawasan baik dijalan maupun dilaut melalui Direktoral Lalu Lintas dan Direktorat Polair.

Menyikapi itu, Direktur Polair Kombes Pol Zainul mengatakan bahwa hal tersebut kembali ke tupoksi Polri sebagai Pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat berarti harus menjaga keselamatan masyarakat. Untuk antisipasinya sendiri, dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan himbauan-himbauan.

“Kitakan merupakan wilayah Kepulauan yang terdiri dari 2 Pulau Bangka dan Belitung. Antisipasinya kita lakukan himbauan melalui Polmas, Sat Polair dan Pangkalan Sandar. Mereka inilah yang mensosialisasikan ini kepada masyarakat serta mengawasi keluar masuknya kapal kewilayah Babel.”terang Dir Polair saat bincang-bincang bersama Kabid Humas Polda Kep. Babel Kombes Pol Drs. A. Maladi diacara TribrataTalk, Selasa (04/5/21).

Dir Polair mengatakan luasnya wilayah perairan di Babel tidak memungkinkan untuk Personil Polri khususnya Polair melakukan antisipasi ini karena keterbatasan personil. Oleh sebab itu, pihaknya juga merangkul masyarakat untuk bersama-sama menjaga hal tersebut. Selain melakukan himbauan, Direktorat Polair juga melakukan patroli perairan serta melakukan kordinasi bersama stakeholder terkait seperti Angkatan Laut.

Terkait larangan mudik yang mulai diberlakukan tanggal 06 Mei mendatang, Dir Polair menerangkan jika ada masyarakat yang masih nekat melakukan mudik melalui jalur-jalur pelabuhan kecil akan langsung dikarantina serta diberikan sanksi yang sudah dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 saat rapat bersama Gubernur beberapa waktu yang lalu.

Untuk mengantisipasi itu, Direktorat Polair telah menyiagakan Pos-pos dibeberapa titik bersama-sama stakeholder terkair. Mulai dari Pelabuhan umum atau pelabuhan besar sampai pelabuhan kecil atau tikus. Semua pelabuhan tersebut sudah dilakukan pemantauan dan didirikan pos-pos kecil.

“Ada 8 pelabuhan tikus yang ada diwilayah kita. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada pelabuhan-pelabuhan lain. Namun semua itu sudah ada kita siagakan anggota di Pos-pos tersebut dengan memanfaatkan para Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” kata Kombes Pol Zainul.

Dir Polair mengatakan pihaknya juga melibatkan masyarakat mulai dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga hal ini karena ini menyangkut kesehatan. (Ry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *