Suka Duka Jadi Relawan Covid-19 di Bangka

by
Koordinator Relawan Peduli Bangsa (RPB) Kabupaten Bangka, Budi Firmansyah

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Demi misi kemanusiaan menjadi Relawan Covid-19, tidaklah menggoyahkan langkah Budi Firmansyah untuk berperan serta dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19.

Selain melakukan sosialisasi guna memberikan edukasi tentang pencegahan wabah covid-19 kepada masyarakat, Budi Firmansyah juga pernah mendapat pengalaman yang lumayan pahit dalam menjadi Relawan Covid-19 diwilayah Kabupaten Bangka.

“Dimana suatu ketika itu, Tim Satgas Covid-19 yang sebelumnya masih Gugus Tugas Covid-19 bersama Relawan hendak melakukan tracking dari sekelompok orang-orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi covid-19 sebelumnya dari klaster kapal keruk mitra PT Timah tbk. Dan pada malam itu juga, sekitar 79 orang yang kontak erat tersebut harus Kita pasangkan dengan gelang aplikasi pemantau guna mendeteksi keberadaan mereka,” kata Budi Firmansyah yang kini menjadi Koordinator Relawan Peduli Bangsa (RPB) tergabung dalam Tim Satgas Penegakan Disiplin Covid-19 Kabupaten Bangka di Posko RPB, Rabu (28/10) sore.

Namun, besok harinya setelah memasang gelang aplikasi pemantau tersebut mereka dari 79 orang tersebut, 17 orang diantaranya dikatakan terkonfirmasi positif covid-19 bedasarkan hasil test swab. Dan Kita juga menjadi masuk dalam daftar kontak erat dengan 17 orang tersebut.

“Bergulir dengan hari, Kita juga diminta oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yakni dr Then Suyanti untuk dilakukan test swab berikutnya. Mengingat dan memang harus mematuhi aturan guna memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19, Kita pun mengikuti test swab tersebut dan dikarantina mandiri dirumah,” ulasnya.

Selain itu, Kita tidak diperbolehkan kemana-mana seperti biasanya selama hasil pemeriksaan test keluar. Pada pengambilan sample test swab, Kita pun merasakan sakitnya saat pengambilan lendir dalam pada hidung dan juga tenggorokan. Dan tidak hanya menahan rasa sakit juga, bahkan mengeluarkan air mata hingga muntah-muntah.

“Pengambilan sample test swab tersebut tidak hanya sekali dilakukan, tetapi sebanyak dua kali pemeriksaan. Jadi selama hasil test swab yang kedua belum keluar, Kita pun masih mengikuti karantina. Tidak lama menunggu hari, bersyukur akhirnya hasil test Kita pun keluar dengan menunjukan negatif covid-19,” ujarnya.

Dengan demikian, Budi mengajak semua elemen masyarakat dan pemangku jabatan untuk bersinergi bersama-sama guna memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 yang sampai saat ini masih merebak.

“Ayo Kita bersama-sama saling sinergi dengan mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) covid-19 yakni 3M. Seperti mengunakan masker bila hendak berpergian, mencuci tangan dengan sabun mengunakan air mengalir dan menjaga jarak dari kerumunan orang. Karena itulah cara yang cukup efisien dan sudah dianjurkan Pemerintah sebelumnya untuk pencegahan wabah covid-19 tersebut,” pungkas Budi Firmansyah. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *