Perkebunan Sawit PT THEP Dinilai Tidak Berkontribusi Bagi Masyarakat, Ini Keluh Kesahnya

by
Kegiatan sosialisasi pembahasan CSR oleh PT THEP bersama para Kades diruang pertemuan Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (31/03)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Kegiatan sosialisasi pembahasan Corporate Social Responsibility (CSR) perkebunan sawit PT.Tata Hamparan Eka Perkasa (THEP) kepada sejumlah Kepala Desa (Kades) yang berlangsung diruang pertemuan Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Kabupaten Bangka pagi tadi, Rabu (31/03) tidak berjalan hikmat.

Hal tersebut diutarakan Kades Bukit Layang,Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Andry kesejumlah Wartawan selesai kegiatan sosialisasi pembahasan CSR PT.THEP, Rabu (31/03).

Kades Bukit Layang, Andry berharap Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten tentunya dapat bersikap tegas dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tidak memberikan kontribusi akan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Dan Pejabat terkait lainnya tidak mudah Dalam memberikan sebuah bentuk perizinan sebelum Clear And Clean areal.

“PT THEP telah mengembangkan ribuan hektar perkebunan sawit diwilayah Desa Bukit Layang, namun sampai saat ini belum sekalipun memberikan kontribusi, apalagi kesejahteraan untuk masyarakat setempat. Bahkan infrastruktur jalan desa pun semakin rusak akibat muatan kendaraan kelapa sawit yang melebihi kapasitas. Dan salinan Izin lokasi, izin prinsip serta HGU (Hak Guna usaha) tdk Ada arsip di Desa,” ungkapnya.

Dengan demikian, PT THEP tidak transparan kepada pemerintah desa maupun masyarakat. Seperti contoh tidak pernah melibatkan dalam berbagai hal, baik penyaluran CSR untuk masyarakat maupun penyerapan tenaga kerja dan sebagainya.

“Kegiatan ini juga baru pertama kali kita diundang guna membahas penyaluran dana sosial dan sebagainya. Akan tetapi dalam Undang-Undang nomor 6 tahun 2014, Desa sudah diakui legalitasnya. Dan CSR dari perusahaan harus dapat disalurkan kepada masyarakat, baik itu berupa uang tunai maupun dalam bentuk pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, khusus untuk tenaga kerja ,sesuai amanat Undang-Undang haruslah mengedepankan masyarakat lokal. Sementara untuk sumber daya masyarakat lokal dapat diberikan pembinaan dan pelatihan,sehingga mampu menguasai pekerjaannya.

“Jadi kita kecewa, karena Desa Bukit Layang menjadi salah satu terdampak akan pengembangan usaha PT THEP. Terutama Desa yang tidak dimasukan nya dalam sasaran penerima program CSR ini,”ujar Kades Bukit Layang, Andry.

Begitu pun, hal serupa disampaikan Kades Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Syaiful Akhiar bahwa PT THEP hanya memberikan janji yang tidak pernah pasti.

“Tidak memberikan CSR dengan alasan pandemi covid-19, tetapi perusahaan lainnya juga tetap memberikan CSR walaupun pandemi covid-19,” katanya

Dikatakannya, Desa itu memiliki harga diri. Yang benar saja, seperti pengajuan proposal saat perayaan hari besar sebelumnya, Desa hanya dibantu Rp 250 ribu.

“Desa memiliki harga diri dan jangan seenak-enaknya. Apalagi kantor PT.THEP itu terletak di Desa Air Duren yakni wilayah Desa kami,” ujar Kades Air Duren, Saiful Akhiar.

Sementara itu, Manajer Estate PT THEP, Seo Jin Won tidak mau memberikan keterangan kesejumlah Wartawan yang hendak konfirmasi terkait sikap sejumlah Kepada Desa (Kades) di wilayah usaha perusahaannya. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *