Pemukiman Kumuh Skala Kawasan, Bupati Bangka Resmikan Kampong Natak Nelayan 1 Sungailiat

by
Bupati Bangka, Mulkan SH,MH mengunting pita pertanda diresmikannya Kampong Natak program kotaku Lingkungan Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (08/04)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Bupati Bangka meresmikan Kampong Natak program Kotaku kegiatan peningkatan kualitas pemukiman kumuh skala kawasan di Lingkungan Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (08/04).

Program kotaku tersebut menghabiskan dana senilai Rp. 13.118.594.071.61 yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN Lian IsDB) pada tahun 2020 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka, Mulkan SH,MH mengatakan program Kotaku Pemerintah Pusat ini tentunya ada niat dari Pemerintah Daerah nya, tanpa ada niat tentunya kawasan kumuh tidak akan berhasil menjadi skala kawasan dengan maksimal.

“Hal ini tentunya,kita mengajak peran serta masyarakat untuk ikut partisipasi dalam mendukung program kotaku ini. Seperti adanya pembebasan lahan warga yang mengenai jalannya program ini. Sehingga masyarakat dapat memahami tujuan Pemerintah itu bukan mengsengsarakan, tetapi memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” katanya.

Bupati Bangka berharap, ditahun 2022 nanti program kotaku ini dapat berjalan lancar di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat.

“Setelah diresmikannya progam kotaku Kampong Natak Nelayan 1 Sungailiat ini, masyarakat setempat dapat menjaga dan memilikinya. Seperti jangan membuang sampah sembarangan, jangan dikotori ataupun merusak pada fasilitas yang sudah diberikan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kabupaten ini,” ujar Bupati Bangka,Mulkan.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman wilayah Babel, Miarka Risdawati mengatakan program kotaku Kampong Natak Nelayan 1 Sungailiat ini dimulai pada 04 Mei 2020 lalu dan selesai 09 Maret 2021.

“Kampong Natak kotaku ini program kolaborasi PUPR Babel dengan Pemda Bangka yang bergerak di Pokja. Dan dalam penataan itu pula ada beberapa rumah warga yang harus dimundurkan atau dihilangkan,” katanya.

Dikatakannya, capaian ditahun 2020 telah menuntaskan kawasan kumuh sebesar 84 persen. Dan dalam penuntasan tersebut, masih ada 30,36 persen kawasan kumuh diluar program kotaku. Untuk itu,kita mengajak seluruh Pemda di Babel ini untuk menuntaskannya.

“Setelah di Nelayan 1 Sungailiat ini, tahun depan kita beralih di Nelayan 2 Sungailiat. Dan diharapkan warga Nelayan 2 tidak ada perdebatan serta harus lebih bagus dari Nelayan 1 ini,” ujarnya

Ia berharap, penuntasan kawasan kumuh dapat terlaksana dengan baik diwilayah Babel ini. Karena orang Bangka harus didasari dengan contoh, dengan contohlah kerjasama yang hebat dapat ditingkatkan dengan baik.

“Jadi Kampong Natak program kotaku ini akan di olah oleh Pemda Bangka, tentunya melibatkan masyarakat sebagai pemanfaat utamanya. Sehingga kawasan yang sudah dipoles ini tidak kumuh lagi dan jangan kembali kumuh nantinya,” harapnya. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *