Pandemi Covid-19, Kelenteng Bhakti Sejahtera Kp Hakok Tetap Gelar Tradisi Sembahyang Rebut

by
Tradisi sembahyang rebut di Kelenteng Bhakti Sejahtera Kp Hakok, Kelurahan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (21/08)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Kelenteng Bhakti Sejahtera Kp Hakok, Kelurahan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka tetap menggelar perayaan sembahyang rebut atau disebut juga ritual perjamuan arwah, tetapi perayaan tradisi ini semenjak pandemi covid-19 cukup seadanya saja dan tidak dimeriahkan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 

Tradisi sembahyang rebut mengacu pada kalender imlex bertepatan pada tanggal 14 dan 15 bulan ke 7 yang disebut hari Chit Ngiat Pan. Dan di hari Chit Ngiat Pan ini pula diyakini pintu akhirat terbuka lebar, sehingga arwah bergentayangan turun ke bumi. 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelenteng Bhakti Sejahtera Kp Hakok, Bong Ten Fong mengatakan perayaan sembahyang rebut dimasa pandemi covid-19 ini hanya dilaksanakan sesuai tradisi dan cukup seadanya saja. 

“Mengingat pandemi covid-19 sembahyang rebut dari tahun 2020 kemarin sampai tahun 2021 ini agak berbeda dan tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Berbedanya seperti panggung orgen musik tidak ada dan bahan rebutan sesajen di altar persembahyangan itu tidak berjumlah banyak (terbatas) dan hanya seadanya saja sesuai tradisi,” katanya.

Selain itu, didepan pintu masuk Kelenteng juga sudah disediakan tempat untuk mencuci tangan. Dan prosesi ritual akhir sembahyang rebut inipun tidak seperti biasanya hingga harus sampai pukul 24:00 WIB, tetapi cukup di pukul 22:00 sudah selesai. 

“Sehingga sembahyang rebut tidak terkesan banyak keramaian maupun mengundang para peserta yang akan melakukan rebutan sesajen di altar persembahyang rebut,” ujarnya. 

Dikatakannya, sebagian masyarakat Tionghoa penganut Kelenteng bersama keluarga nya terlebih dahulu telah melaksanakan sembahyang leluhur di depan rumah nya masing-masing. Sembahyang seperti itupun sudah biasa dilakukan pada pagi maupun siang hari disaat perayaan hari besar umat Tionghoa. Dan kebiasaan tersebut sebagai wujud penghormatan keluarga kepada para leluhurnya di hari Chit Ngiat Pan.

“Semoga pandemi covid-19 ini dapat segera berlalu dan dengan cepat pula teratasi. Sehingga Kita semua dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya,” harapnya yang biasa disapa Afong ini.(Suyanto) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.