Merokok Di KTR di Kabupaten Bangka Akan Ditindak dan Diberi Sanksi

by
Penandatanganan komitmen bersama implementasi Perda KTR diruang pertemuan St 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (01/07)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL. COM – Merokok di tempat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan ditindak berupa teguran secara lisan dan bila melanggarnya akan diberikan sanksi sesuai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) yakni didenda sekitar Rp 50 ribu. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka, Mulkan SH,MH saat diwawancarai sejumlah Wartawan setelah selesai membuka kegiatan advokasi dan implementasi Perda KTR di ruang pertemuan Hotel ST 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (01/07). 

Dikatakannya, Peraturan Daerah (Perda) KTR di Kabupaten Bangka tersebut yakni Perda nomor 11 tahun 2014 dan telah dibuat semenjak kita masih menjabat Anggota DPRD Bangka bersama Bupati Bangka pada tahun 2014 lalu. 

“Ketegasan pada Perda tersebut, bukan bearti kita melarang masyarakat untuk berhenti merokok secara total. Akan tetapi dapat mengatur daripada tempat-tempat yang telah ditentukan sesuai Perda KTR. Jadi kalau masih ada masyarakat yang merokok di KTR, maka akan diberikan tindakan dan ketegasan secara advokasi,” katanya. 

Dengan sanksi tersebut, tentunya dapat memberi efek jerah bagi pelanggar Perda KTR yang telah ditetapkan. Dan sanksi ini bertujuan agar masyarakat tidak merokok di tempat KTR, seperti di rumah sakit, sekolah dan sebagainya, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum. 

“Penegakan Perda KTR ini akan dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tim Satuan Tugas (Satgas) dan secara liding sektornya pada Dinas Kesehatan,” ujar Bupati Bangka, Mulkan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti mengatakan Perda tersebut sudah di sosialisasikan sejak tahun 2014 lalu dan hingga saat ini juga masih diingatkan, seperti ditempat yang sudah terpasang plang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 

“Hingga saat ini, perokok di Kabupaten Bangka masih cukup tinggi sekitar 20 persen dan ketergantungan merokok masih tinggi. Rata-rata berdominan menengah kebawah,bahkan anak dibawah umur,” katanya. 

Oleh karena itu, mari secara kebersamaan kita saling menyadari bahwa merokok itu akan membuat ketagihan dan sangat menganggu Kesehatan. Minimal dapat mengurangi dan kita pun akan terus memberikan imbauan pada masyarakat, seperti membatasi tempat-tempat untuk merokok. 

“Di kegiatan advokasi dan implementasi Perda KTR ini dihadiri sebanyak 80 peserta, terdiri dari pihak puskesmas ditiap Kecamatan dan Kepala Sekolah. Dan diharapkan pelaksanaan pada Perda dapat dilaksanakan, sehingga perokok dapat merokok pada tempatnya,” ujar Kadis Kesehatan Bangka, Then Suyanti. (Suyanto) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.