Manifestasi Spiritualitas Bentuk Amal dan Kemuliaan Akhlak

by
Foto : Ilustrasi (Istimewah)

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.
(Penulis Lepas Yogyakarta)

Demokrasibabel.com – Spiritualitas berupa iman adalah bagian terdalam dari pengamalan agama. Spiritualitas atau iman selain sebagai ruh juga bagian yang membentuk keyakinan seseorang yang beragama dalam berbuat atau beramal yang di antara manifestasinya adalah akhlak yang mulia.

Tidak dalam arti mempertentangkan, membenturkan terlebih bermaksud untuk memperdebatkan kedua istilah tersebut, tidak sama sekali. Perbedaan makna spiritual dengan iman sejatinya dapat dijembatani dalam kerangka pikir bahwa keduanya merupakan bagian dari ketetapan Allah yang berbeda-beda terhadap hamba-hambaNya.

Nasehat Luqman terhadap anaknya yang sangat berharga yang berkaitan dengan akidah atau kepercayaan yang merupakan perkara yang penting dalam agama. Demikian juga Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disampaikan Anas bin Malik; bagaimana Nabi ketika melewati anak-anak mengucapkan salam kepada anak-anak.
Abdullah Roy melakui HSI Channel mengisahkan, sebagai indikasi kemuliaan akhlak Rasul, bahkan terhadap anak-anak ternyata Nabi memperlakukan mereka sebagaimana orang dewasa. Hal ini membekas pada diri Anas yang semenjak masa kecilnya diantar ibu beliau Radliallahu ‘anhu kepada Rasul.

Demikian sunnah Nabi ketika menghadapi anak-anak untuk menyebarkan salam kepada mereka. Kemuliaan akhlak ini dapat menumbuhkan perasaan sopan, tangguh, merasa diri memiliki kedudukan di masyarakat. Selain dapat bernilai pendidikan, sunnah ini juga dapat bermanfaat untuk membentuk generasi masa depan khususnya Muslim yang lebih baik.

Rasul bersabda: “tidak akan masuk surga sehingga kalian mencintai satu sama lain”, di antaranya dengan mengucapkan salam, termasuk kepada anak-anak.
Makna mengikuti Islam sebagai jalan hidup yang mulia melalui pemurnian iman, kebaikan amal perbuatan, serta akhlak mulia adalah dengan tidak mengikuti cara-cara atau langkah-langkah syetan. Adapun cara menghadapi was-was syetan adalah:

1. Berlindung kepada Allah.

2. Tidak mengikuti bisakan atau was-was tersebut.

3. Ilmu; yang dengannya tidak hanya menangkal was-was syetan tetapi juga berbagai bentuk syubhat.

Kemuliaan akhlak terpancar melalui peneladanan sosok yang berakhlak paling mulia, yaitu Nabi Muhammad Shlallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dapat dikatakan bahwa nikmat mengikuti sunah, artinya tidak sekedar Islam adakah nikmat di atas nikmat maka pantas untuk mensyukurinya dengan berpegang teguh padanya sebagaimana sabda Rasul terkait hal itu untuk mengikuti sunahnya dan sunah para sahabat-sahabatnya yang mulia, yang tidak lain adalah sunah rasul jua.

Kemudian urgensi akhlak tidak semata dalam konteks kehidupan sehari-hari, namun juga dan paling utama adalah dalam bentuk ibadah kepada Allah. Maka, semisal mendapat cobaan dalam hal ibadah, di kampung halaman misalnya, jika masih bisa menjalankan agama maka tidak masalah tinggal di sana (kampung halaman), namun jika terdapat halangan yang mempersempit ruang gerak ibadah maka bumi Allah sangat luas.

Sebab orang beriman sejatinya senantiasa dalam keadaan baik, yaitu berjihad dengan mendahulukan agama dibanding budaya atau meninggalkan kampung halamannya (tatkala terhalang dalam melaksanakan ibadah). Sabar dan tawakkal adalah kunci perjuangan iman serta menjalin hubungan sesama Muslim terlebih saat menghadapi suatu gejolak cobaan.

Bentuk akhlak selanjutnya tercermin dalam penerimaan berita, sikap, dan penyebarannya. Perbedaan antara Muslim dengan Munafiq adalah ketika datang kabar yang berkaitan dengan rasa takut dan kegembiraan maka orang Munafiq adalah bersegera menyebarkan, maka untuk menyerahkannya kepada petunjuk Allah dan Rasul yaitu melalui Ulil Amri atau pemimpin. Sebab perlu banyak pertimbangan kepentingan dan lain sebagainya.

Demikian penjabaran yang bersumber dari al-Qur’an tentang amal sebagai manifestasi spiritualitas. Walhasil, persoalan atau masalah dalam kehidupan terkadang seperti sebuah penyakit.

Setiap penyakit ada obatnya, di antara obat tersebut adalah al-Qur’an sebagaimana yang disampaikan oleh Allah sendiri sebagaimana yang disebutkan juga dalam al-Qur’an.M aka al-Qur’an adalah juga solusi dan pedoman manusia dalam berkehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.