Kunjungi Pabrik Tapioka PT BAA, Ini Ketertarikan Dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM

by
Kunjungan Kepala Laboratorium Teknik Pangan dan Pasca Panen dari FTP UGM di pabrik tapioka PT BAA Kenanga Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (09/04)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Kepala Laboratorium Tehnik Pangan dan Pasca Panen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM), Joko Nugroho Wahyu Karyati didampingi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bangka mengunjungi pabrik pengolahan tepung tapioka PT. Bangka Asindo Agri (BAA) di Kenanga Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (09/04).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Laboratorium Teknik Pangan dan Pasca Panen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM), Joko Nugroho WK mengatakan kedatangan tersebut bertujuan untuk melihat proses produksi tepung tapioka dan tepung sagu PT BAA.

“Kita tertarik mulai dari proses pencucian bahan, penggilingan dan pengeringan serta proses ini sudah diajarkan ditempat kami sampai dengan pengolahan limbahnya. Penggunaan teori bio gas ini betul-betul bisa untuk mengatasi limbah cair, yang selama ini bisa menimbulkan bau tidak sedap dan lambat laun bisa diatasi dengan teknologi ini,” katanya.

Dikatakannya, dirinya sangat senang sekali karena berkesempatan untuk melihat teknologi canggih yang diterapkan oleh PT. BAA ini. Karena sudah ada teknologi lainnya yang digunakan ditempat lain, seperti teknologi yang digunakan di PT. BAA yang ditempat lain belum gunakan.

“Setelah melihat proses produksi tadi,kita sangat tertarik dengan proses fast dryer sebuah teknologi mengeringkan tepung dengan waktu yang sangat cepat. Dan untuk pemanfaatan energi dari bio gas ini tentunya suatu hal yang sangat luar biasa, karena di tempat lain belum menggunakan teknologi ini,” paparnya.

Selain itu, dari proses produksi pengolahan air limbah sudah sangat bagus. Yang mana dapat diolah dengan kadar air 11 persen dan cukup aman untuk disimpan.

“Kita melihat tidak banyak kendala proses pengolahan limbah disini dan semua berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Karena yang terpenting untuk saat ini adalah bagaimana caranya perusahaan dapat memancing petani agar dapat mekanisasi. Sehingga kerja bisa lebih cepat dengan menggunakan teknologi ini,” ujarnya. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *