Ketua DPRD Babel Apresiasi Kinerja Bappeda Babel

by

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Herman Suhadi, S.Sos memberikan apresiasinya kepada Bappeda Provinsi Kep. Babel atas prestasi yang dicapai dalam melakukan perencanaan pembangunan.

Hal itu dibuktikan dengan masuknya Provinsi Kep. Babel menjadi salah satu dari 10 Provinsi yang masuk dalam penilaian verifikasi tahap ke III Penghargaan Pembangunan Daerah 2021 yang dilaksanakan oleh Kementrian PPN/Bappenas Rebuplik Indonesia.

Herman Suhadi mengatakan berkat kerja keras pimpinan dan pegawai di kantor Bappeda dalam mengatur perencanaan pembangunan di Kep. Babel dapat berjalan dengan baik di era pandemi. Hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri FGD (Focus Discussion Group) bersama Kementrian PPN/Bappenas, Tim Penilai, Dirut Bank Indonesia, PT. Timah, Pelaku UMKM dan Kepala OPD Provinsi Kep. Babel di ruang rapat Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (25/03).

“Kami bersama komisi-komisi yang ada di DPRD prov. Kep. Babel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman di Bappeda yang sudah bekerja keras dalam melakukan perencanaan pembangunan di Provinsi Kep. Babel,” ujar politisi PDIP ini.

Herman menilai Bappeda yang merupakan dapur dari pembangunan Provinsi Kep. Babel dapat mengatur, merencanakan dan mengakomodir kegiatan, masukan, aspirasi yang ada di prov. Kep. Babel, dimulai dari musrenbangdes, musrembang kecamatan, musrenbang kabupaten dan musrenbang provinsi dan pada akhirnya masuk dalam pembahasan anggaran di DPRD Provinsi Kep. Babel.

DPRD prov. Kep. Babel juga berkomitmen dalam mengatur postur penggunaan APBD Provinsi Kep. Babel dimana 51% diarahkan ke belanja publik dan 49% masuk kedalam belanja pegawai. Dengan kata lain APBD Provinsi Kep. Babel itu lebih banyak digunakan untuk pembangunan daerah,” jelas Herman.

Kepala Bappeda Provinsi Kep. Babel, Fery Insani menjelaskan program inovasi daerah, yaitu 1001 Digitalpreneur. Menurutnya 1001 Digitalpreneur berangkat dari permasalahan kurangnya penciptaan lapangan pekerjaan, kurangnya SDM yang terlatih serta melek digital dan pemanfaatan teknologi digital yang masih rendah.

“1001 Digital preneur sejalan dengan tema RKP dan RKPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2021 dan dilaksanakan melalui pendekatan one stop integrated. Dimana stakeholder melakukan kolaborasi mulai perencanaan sampai kepelaksanaan program,” jelas Fery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *