Kejari Bangka Serahkan Barang Bukti dan Tersangka Kasus Tipikor Pekerjaan Konstruksi Ferrocemet

by

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Kejaksaan Negeri Bangka menyerahkan barang bukti dan tersangka kasus tindak pidana korupsi pekerjaan konstruksi ferrocemet Kelompok Tani Sejahtera Desa Kemuja dan Kelompok Tani Benua Cemerlang Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat pada Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menggunakan dana APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020 senilai Rp731.141.000.

Pada kasus tersebut, Kejari Bangka telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu JU selaku Pengguna Anggaran, Joh selaku penyedia dan Jun selaku PPTK.

Kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap-II) dilaksanakan pada Senin (15/11) yang dipimpin Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Bangka (Beny Harkat, SH. SE. MH) dan Tim JPU yaitu Fengki Indra, SH. MH, Herdini Alistya, SH dan Maharani Cahyanti, SH. MH.

Sementara itu tersangka JU selaku Pengguna Anggaran dan Jun selaku PPTK didampingi oleh penasehat Hukum nya dari Kantor Hukum Zaidan & Patners, sedangkan tersangka Joh selaku penyedia didampingi penasehat Hukum nya dari Kantor Hukum Rizal dan Rekan.

Kasi Pidsus Kejari Bangka, Beny Harkat mengatakan, pekerjaan dimaksud terindikasi terjadi tindak pidana korupsi berawal pada sekitar bulan Maret 2021 terdapat pekerjaan ferrocement di Desa Kemuja yang sudah rebah padahal baru diserahterimakan di Bulan Desember 2020 oleh penyedia CV. Kurau Timur kepada kepada Dinas Pertanian Provinsi Kep. Babel. 

“Menindaklanjuti informasi tersebut, penyidik Kejari Bangka melakukan penyelidikan dan penyidikan dan dari hasil penyidikan berdasakan pemeriksaan saksi – saksi dan ahli serta hasil hammer test dan uji tekon beton diperoleh data bahwa kualitas pekerjaan konstruksi ferrocement yang jauh dibawah mutu beton K-175 yang disyaratkan dalam kontrak sehingga berpengaruh terhadap masa pakai yang diharapkan diperoleh negara dari uang negara yang dikeluarkan pada pekerjaan tersebut dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp295.141.000,” katanya.

Ia mengatakan, terhadap para tersangka tidak dilakukan penahahan oleh penuntut umum dengan pertimbangan bahwa telah menyerahkan titipan uang untuk pengganti seluruh kerugian negara yang timbul dalam kasus ini dan adanya jaminan dari keluarga para tersangka dan penasehat hukumnya bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempersulit persidangan.

Terhadap para tersangka dikenakan sangkaan Primair : Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Subsider : Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Saat ini berkas perkara atas nama tersangka JU selaku Pengguna Anggaran dan Jun selaku PPTK telah dilimpahkan ke PN Tipikor Pangkalpinang untuk disidangkan,” ujar Kasi Pidsus.(ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.