Kasus Aborsi Pelajar Sungailiat, Kamis Ini Dukun Beranak EL Dijadwalkan Sidang Putusan

by
Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Firman

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Perkara dugaan aborsi pelajar (SMK-red) di Sungailiat yang dilakukan inisial W bersama pacarnya GR masih terus berlanjut dan EL (dukun beranak) yang diduga turut membantu persalinan tersebut dijadwalkan sidang putusan pada Kamis 26 Agustus 2021 ini di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

Jadwal sidang putusan tersebut disampaikan langsung oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Firman saat diwawancarai sejumlah Wartawan diruang tunggu PN Sungailiat, Selasa (24/08). 

Dikatakannya, EL (dukun beranak) didakwa dengan dakwaan 77-A UU 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah penganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 ayat 1 KUHP. Dan EL dituntut dengan dakwaan pertama selama 5 tahun dan didenda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. 

“Dimana dengan sengaja melakukan beberapa perbuatan dugaan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan. Dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan serta ada hubungan sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut. Jadi EL dianggap melakukan perbuatan berlanjut, artinya terjadi aborsi tersebut bukan satu kali perbuatan,” ungkapnya. 

Selain itu, barang bukti berupa sehelai baju kaos, kain bedong, satu botol betadine yang dipergunakan EL (dukun beranak) tersebut masuk dalam perkara tersangka W. Dan hingga saat inipun EL masih dalam status ditahan. 

“Mengenai tersangka W dan GR dikatakan masih dibawah umur, walaupun tersangka W dan pacarnya GR masih dibawah umur, itu tetap akan diproses. Karena ada UU Pradilan anak namanya,” ujarnya. 

Disinggung pada perkara ini ada berapa jumlah terdakwa, Firman katakan dari kalimat tersangka saja sudah terlihat, tersangka itu artinya belum dilimpahkan dan kalau sudah dilimpahkan itu akan berganti menjadi terdakwa, bukannya tersangka lagi. Dan itu mungkin masih proses penyidikan atau penuntutan dari jaksa. Yang jelas pengadilan itu hanya menerima pelimpahan saja dan penyidik, penuntut umum serta pengadilan itu kalau memproses itu dibatasi oleh jangka waktu penahanan. 

“Kalau semakin bertele-tele dan semakin lambat ,nanti masa penahananya habis, repot juga jadinya. Jadi kita tunggu saja bagaimana proses tersangka W dan GR, kalau mereka (W dan GR) sudah siap dilimpahkan, yah’ kita sidangkan di PN ini,” kata Humas PN Sungailiat, Firman. (Suyanto). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.