Kasus Aborsi Pelajar Dengan Pacarnya Masih Berlanjut, Kajari Bangka: SPDP Sudah Dikembalikan

by
Kajari Bangka, Farid Gunawan (kiri) didampingi Kasi Pidum, Nendri (kanan)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Terkait perkara dugaan aborsi pelajar di Sungailiat yang dilakukan inisial W  bersama pacarnya masih terus berlanjut. Dimana W yang berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK-red) diwilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka bersama pacarnya (red) ini diketahui tidak dilakukan penahanan dan sudah berstatus tersangka. 

Sementara El yang diduga turut membantu persalinan pacar W terlebih dahulu sudah menjadi pesakitan dan sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Sungailiat. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Farid Gunawan didampingi Kasi Pidum, Nendri saat diwawancarai sejumlah Wartawan Rabu (18/08) sore, mengaku untuk perkara dugaan aborsi yang dilakukan W dengan pacarnya itu, pihak Kejaksaan baru menerima SPDP nya saja dari pihak penyidik Polres Bangka. 

“Nah’ untuk perkara ini kita baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak penyidik Polres Bangka, ” katanya. 

Dikatakannya, setelah menerima SPDP dari penyidik tersebut, dalam jangka waktu sekitar 3 bulan, berkas nya pun tidak muncul-muncul. Sehingga berkas nya tidak muncul itulah sesuai aturan, kita kembalikan lagi SPDP kepada pihak penyidik. 

“Jadi untuk lebih lanjutnya, silahkan tanyakan perkara ini ke pihak penyidik. Kita tetap dalam Koridor kode etik, yang mana rana penyidikan dan yang mana pula rana nya penuntutan. Dan sebelum dipulangkan SPDP tersebut, kita sudah bertanya terlebih dahulu melalui P17, tetapi tidak ada jawaban, akhirnya dipulangkan SPDP nya,” ungkap Kajari Bangka, Farid Gunawan. 

Sementara itu diketahui, untuk inisial El (dukun beranak) yang melakukan dugaan aborsi saat persalinan itu terjadi telah terlebih dahulu menjadi terdakwa dan saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sungailiat. 

“Kalau untuk El (terdakwa) sudah dalam tahap tuntutan,” kata Kasi Pidum Kejari Bangka, Nendri.

Sementara untuk berkas perkara W dengan pacarnya tersebut sudah dikembalikan Jaksa kepada penyidik Polres Bangka lantaran dinyatakan belum lengkap. 

“Kalau untuk W dan pacarnyaitu berkasnya belum lengkap dan sudah dikembalikan ke penyidik berikut SPDP nya juga sudah kami kembalikan ke penyidik. Untuk lebih lanjutnya konfirmasikan saja ke pihak penyidik,” ujar Kasi Pidum Kajari Bangka, Nendri. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Ayu yang sempat dikonfirmasi via WhatsApp Wartawan Swakarya.com terkait perkembangan kasus tersebut mengaku, saat kejadian itu terjadi, dirinya belum menjabat sebagai Kasatreskrim. 

“Waduh aku ngak tau, sebab bukan aku kasatnya waktu itu. Terkait perkara itu belum bisa memberikan keterangan. Karena tidak mengetahui perkara yang hendak dikonfirmasi ini,” katanya Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Ayu. 

Diketahui sebelumnya, dugaan kasus aborsi yang dilakukan W dengan pacarnya ini telah terjadi beberapa bulan silam tepatnya diawal tahun 2021. Dimana saat W mengetahui sang pacar hamil, W kerap memesan sejumlah obat yang diduga untuk menggugurkan kandungan sang pacar via online. 

Saat usia kandungan sang pacar berumur 7 bulan, terjadi kontraksi atas kehamilan tersebut. Dan akhirnya W meminta bantuan El (dukun beranak) untuk membantu mengeluarkan bayi yang ada didalam perut sang pacar. 

Proses persalinan yang dilakukan disalah satu rumah yang ada di jalan Pemuda Sungailiat itu memakan waktu selama 2 hari. Dan mirisnya, saat bayi berjenis kelamin laki-laki ini hendak dikeluarkan, tangan sang bayi putus dari anggota tubuhnya lantaran dikeluarkan secara paksa.(Suyanto) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.