Kartini PLN dedikasikan diri untuk terangi Bangka Belitung

by

PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM – Dua orang Kartini PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung yang bertugas di Unit Layanan Transmisi Garud Induk (ULTG) telah mendedikasikan diri mereka untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di daerah itu agar bisa menikmati listri yang terang berderang.

Dua orang Kartini yang bertugas di ULTG Bangka tersebut, yaitu Septina Wati Siregar dan Sarah Mutia Nanda (23). Kedua orang Kartini ini merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari PLN yang mempunyai tugas mulia, yaitu menerangi Indonesia.

“Selain sesuai dengan jurusan kuliah saya yaitu Teknik elektro, saya juga merasa tertarik dan terpanggil untuk membantu menerangi seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut mengaku cukup enjoi dalam setiap melaksanakan tugasnya, termasuk harus bekerja di malam hari jika terjadi kendala pada sistem kelistrikan di Pulau Bangka.

“Alhamdulillah selama saya bekerja satu tahun ini, saya belum pernah mengalami hal-hal yang membahayakan karena dalam setiap menjalankan tugas ini, kami selalu dilengkapi alat pelindung diri (APD) sehingga memberikan rasa aman,” katanya.

Dirinya juga mengaku selama bekerja di PLN, tidak ada perbedaan pekerjaan antara pria maupun wanita, karena bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Seperti halnya saya bekerja di bidang panel yang memonitoring tegangan dan arus listrik, karena pada umumnya pekerjaan pria itu juga bisa dilakukan oleh kami kaum wanita,” ujarnya.

Sama halnya dengan Sarah Mutia Nanda, perempuan yang bekerja di bidang “Supervisory Control And Data Acquisition” (SCADA) tersebut juga mengaku senang bisa bekerja di PLN yang membantu menerangi Bangka Belitung.

“Selama kita bekerja dengan sepenuh hati, maka semua pekerjaan tidak ada yang terasa berat, apalagi dalam melaksanakan tugas kami selalu bekerja sama dengan tim demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Perempuan berusia 23 tahun tersebut mengatakan, agar bisa menikmati seluruh pekerjaan terlebih dahulu harus paham betul dengan teori-teorinya sehingga ketika melaksanakan tugasnya tidak terjadi kendala apapun.

“Intinya kita harus tahu apa yang harus kita lakukan, misalnya pekerjaan di bidang SCADA ini kami bisa langsung memonitoring dari kantor jika terjadi gangguan tanpa harus ke lapangan. Namun jika ada pekerjaan yang lebih berat, maka kami harus siap 24 jam turun langsung ke lapangan,” ujar perempuan asal Palembang tersebut.

Dirinya juga mengaku bangga bisa bekerja di bidang yang kebanyakan dilakukan oleh pria, karena sebagai wanita dengan bekerja di bidang itu bisa dibilang sebagai wanita tangguh.

“Semangat terus untuk Kartini-Kartini Indonesia, “Teruslah berkarya, PLN berjaya, wanita berkarya”,” ujarnya.(tmh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *