Kabar Pungutan Uang Bendera Untuk Menambang di Laut Mengkubung Tidak Benar

by

Demokrasibabel.com – Terkait kabar adanya pungutan uang bendera sebesar Rp5 juta agar bisa menambang di laut Mengkubung tidak benar dan dibantah Ketua RT Dusun Mengkubung, Kasim saat jumpah pers di Warung Tungtau Pangkalpinang, Jumat (2/4) sore.

Kasim menyampaikan bahwa sepengetahuannya pengelola tambang di laut mengkubung adalah masyarakat, tidak ada keterlibatan pihak lain itu murni masyarakat yang mengelola pertambangan di laut mengkubung.

”sekarang yang mengelola tambang laut mengkubung adalah warga dan saya berbicara ini bukan atas pengurus melainkan ketua RT Dusun Mengkubung yang menyampaikan aspirasi masyarakat yang ingin menambang di laut mengkubung. Tidak benar kalau ada cukong di balik semua ini,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya tidak mau lagi kecolongan seperti sebelumnya, saat tambang timah di laut Mengkubung beroperasi yang tidak ada pemasukan untuk pembangunan kampung apalagi melibatkan masyarakat Mengkubung untuk bekerja.

”Sampai sekarang uang bantuan untuk pembangunan kampung Rp3 juta per ponton tidak ada dan juga bantuan ke masyarakat 15 persen dari hasil timah tidak kunjung datang hingga saat ini, maka untuk saat ini semua aktivitas pertambangan di laut Mengkubung langsung dikelola oleh masyarakat untuk kemajuan Kampung Mengkubung,” katanya.

Saat ditanya terkait pemberitaan uang masuk ponton sebesar Rp5 juta yang sangat memberatkan penambang.

Kasim menjelaskan bahwa itu bukan uang masuk ponton, namun ada kesepakatan penambang dengan masyarakat untuk membantu pembangunan di kampung Mengkubung sebesar Rp3 juta dan itu diambil dari keuntungan penambang yang selanjutnya akan dilaporkan ke masyarakat Mengkubung.

“logikanya saja kalau masyarakat keberatan pasti tidak mau menambang di laut Mengkubung, ini sekarang sudah ada 30 ponton,” pungkasnya.

Ia mengatakan, dari bantuan keuntungan penambangan ( Red- Kesepakatan bersama) banyak manfaatnya bagi masyarakat apabila tambang laut mengkubung beroprasi.

”Kalau dana keuntungan dari penambang yang dihimpun oleh masyarakat sudah terkumpul, warga Mengkubung berkeinginan untuk membantu pembangunan rumah layak huni, pembangunan WC warga serta pembangunan pagar masjid,” jelasnya.

Dikatakannya, kalau menunggu anggaran pembangunan bantuan dari pemerintah bisa lama sekali diproses, karena banyak sekali mekanisme dan tahapan yang harus dilalui dengan waktu lama baru bisa terealisasi.

”Maka kita berinsiatif bersama warga dan saya selaku ketua RT berkeinginan untuk mempercepat pembangunan di desa serta peningkatan perekonomian yang merata di dusun mengkubung dengan mengelola sumber daya alam yang ada, apalagi saat ini didukung dengan harga timah yang sedang melambung tinggi,” jelasnya.

Kasim berharap sebagai ketua RT di dusun Mengkubung untuk semua pihak menjaga kondusifitas dan mendukung kegiatan penambangan ini.

“Kita meminta dukungan semua pihak untuk menjaga tambang laut mengkubung kondusif, minimal sama seperti pengurus tambang laut di mengkubung sebelumnya sepi pemberitaan,” tutupnya.

Di tempat terpisah DYT (47) penambang timah di laut mengkubung saat dihubungi Lentera Babel via telp sangat bersyukur aktifitas Tambang timah di laut mengkubung dibuka kembali.

“Kami semua penambang merasa terbantu laut mengkubung dibuka lagi untuk bisa menambang timah dan kami semua sepakat tidak memberatkan kami untuk menyisihkan Rp 3 juta dari hasil timah untuk pembangunan kampung, apalagi mau menghadap puasa dan lebaran tambang timah inilah harapan kami satu satunya untuk menafkahi keluarga kami,” ungkapnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *