Emak-Emak Ngelimbang Timah Curhat, Berharap Tambang Timah di Laut Mengkubung Beraktivitas Kembali

by

BABEL, DEMOKRASIBABEL.COM – Setelah sepekan pasca penertiban tambang Rajuk di laut mengkubung dan sekitarnya masyarakat berharap aktifitas pertambangan beraktifitas kembali.

Pasalnya memasuki bulan Romadhon dan menghadap Lebaran masyarakat dusun mengkubung dan sekitarnya menaruh harapan besar kepada pertambangan yang ada di laut mengkubung untuk bisa menafkahi keluarga.

Saat dijumpai awak media, Mak Eni warga desa Riding panjang menyampaikan di lokasi tambang user user perairan mengkubung Senin (12/4/2021), ketergantungannya terhadap pertambangan yang ada di laut mengkubung karena setiap tambang Rajuk berjalan mereka bisa ngelimbang pasir timah yang jatuh di ujung sakan.

”Kami biasanya pagi atau sore hari datang ke penambang mengambil pasir sisa pencucian, kalau kami cuci di karpet dan hasilnya bisa satu kilo bahkan lebih, dikali dengan harga timah yang cukup tinggi bisa menafkahi keluarga kami” ungkap mak eni.

Mak Eni melanjutkan, setelah Penertiban tambang di laut mengkubung masyarakat sulit sekali mencari makan untuk menyambung hidup karena tambang sudah distop oleh aparat penegak hukum.

”Sekarang kami pasrah saja, mana mau menghadap lebaran, Periuk nasi kami becari di stop oleh aparat penegak hukum, kami mau nangis tapi apa boleh hendak dikata kami hanya masyarakat kecil tak bisa apa apa,” ungkapnya.

Mak enik berharap kepada seluruh petinggi di Bangka Belitung agar mendukung tambang di wilayahnya.

“Kepada pak Gubernur untuk peduli kepada masyarakat kecil seperti kami untuk diizinkan kembali pertambangan di laut mengkubung sehingga kami bisa ngelimbang,” jelas mak Eni.

Ditempat terpisah Andi warga dusun mengkubung yang ikut menambang menyampaikan kepada awak media berharap tambang rakyat di mengkubung segera dibuka kembali, dengan tambang di laut mengkubung beraktifitas kembali membantu masyarakat menghadap lebaran.

”Kalau masyarakat bisa menambang berarti banyak yang terbantu, satu ponton itu 4 pekerja dan 1 pemilik, jadi kalau tambang berjalan bisa membantu 5 kepala keluarga, kalau jalan 100 ponton berarti bisa membantu perekonomian 500 kepala keluarga menghadap Lebaran,” paparnya.

Andi berharap tambang timah di laut mengkubung beraktifitas kembali karena banyak nyawa terselamatkan artinya mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya di bulan romadhon dan menghadap lebaran.(vt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *