Danrem 045/Gaya Hadiri Vidcon Kesiapan Tahapan Pemungutan Suara Pilkada Serentak bersama Mendagri

by

PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM – Danrem 045/Gaya, Brigjen TNI M. Jangkung Widyanto menghadiri Vidcon bersama Mendagri, Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI, Asops Panglima TNI, Asops Kapolri, Wakil Jaksa Agung, Deputi-II Ka BIN, Ka BNBP dan Ketua DKPP dengan Gubernur dan Bupati/Walikota yang melaksanakan Pemungutan Suara Pilkada Serentak Tahun 2020 di Ruang Vidcon Kantor Dishub Babel, Selasa (8/12/2020).

Vidcon tersebut digelar dalam rangka Kesiapan Tahapan Pemungutan Suara Pilkada Serentak Tahun 2020 yang dihadiri Wakil Gubernur Kep. Babel Abdul Fatah, Kabinda Babel Imam Santoso, Kabag Dalops Biro Operasi Polda Babel Kompol Bim Rekoaji dan Koordinator Pidum Kejati Babel AD.Mangontan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada stake holder yang hingga saat ini telah ikut serta mengamankan pelaksanaan kampanye hingga saat ini memasuki masa tenang pilkada serentak.

Namun masih terdapat banyaknya laporan bahwa adanya pelanggaran dalam berkampanye oleh para pasangan calon.

“Kepada aparat dan penyelenggara agar tetap melakukan pengawasan terhadap paslon paslon yang diindikasikan melakukan pelanggaran pilkada, serta menerapkan sanksi kepada yang bersangkutan jika terbukti melanggar aturan sesuai UU yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 64% berdasarkan hasil survei lebih masyarakat lebih setuju dengan dilaksanakan pilkada pada 9 Desember 2020 dengan pelaksanaan yang menerapkan protokol kesehatan C19.

Sementara sebanyak 28% lebih setuju untuk pelaksanaan pilkada ditunda setelah pandemi selesai.

“Kalau sebelumnya dukungan terhadap pelaksanaan pilkada 9 Desember mengalami kenaikan sekitar 51% pada bulan September menjadi 64% pada bulan November 2020,” jelasnya.

Mendagri menyebut sekitar 38% masyarakat yang tidak ikut memilih menyatakan bahwa takut tertular dan takut menularkan C19.

Selanjutnya, sebanyak 28% menyatakan bahwa menilai pilkada tidak penting, dan sebanyak 27% menyatakan bahwa tidak ada pasangan calon yang meyakinkan.

“Dari pengalaman survei sama ini di berbagai daerah, proporsi warga yang benar-benar datang ke TPS pada Hari H biasanya jauh lebih rendah dibanding masyarakat yang menyatakan ikut serta dalam pemilihan,” beber Tito.

Sementara itu, Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang S.I.P. selaku Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI mengatakan kekuatan TNI yang melaksanakan kegiatan berjumlah 33.885 orang dengan target pelaksanaan Pemilu adalah perubahan kesadaran masyarakat untuk menerapkan Protokol Covid-19 selama pelaksanaan Pilkada.

Untuk itu Asops Panglima TNI mengharapkan pelaksanaan Pilkada 2020 tidak menimbulkan cluster Covid-19 yang baru dan jumlah positif Covid-19 tidak meningkat.

“Yang terpenting adalah kesatuan dan persatuan, pelaksanaan Pilkada diharapkan tidak memecah belah masyarakat tetapi harus menjadi pemersatu bangsa semakin bersatu meskipun dalam pesta demokrasi rakyat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *