Tim Gabungan Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Kawasan Kolong Bijur Kp Hakok

By Demokrasibabel 20 Nov 2019, 15:01:46 WIBHukum

Tim Gabungan Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Kawasan Kolong Bijur Kp Hakok

Keterangan Gambar : Operasi gabungan Polri,TNI,Satpol PP Kabupaten Bangka tertibkan tambang timah ilegal dikawasan Kolong Bijur,Kp Hakok,Kelurahan Matras Sungailiat,Kabupaten Bangka, Rabu (20/11)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Tim Gabungan TNI, Polri, Satpol PP Kabupaten Bangka menertibkan tambang timah ilegal di kawasan Kolong Bijur Kp Hakok, Kelurahan Matras yang berbatasan dengan Lingkungan Sinarjaya, Kecamatan Sungailiat,Kabupaten Bangka, Rabu (20/11).

Tim gabungan tersebut dipimpin langsung Kabag ops Polres Bangka, AKP Faisal Fatsey SIK.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops, AKP Faisal Fatsey SIK menyampaikan operasi gabungan ini terdiri dari Satuan Polres, Koramil, Kompi Senapan B dan Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan penertiban pertambangan timah ilegal dikawasan Kolong Bijur, Kp Hakok, Kelurahan Matras.

"Saat penertiban dilakukan, aktivitas tambang sudah tidak beraktifitas, yang ada juga ponton mesin tambang yakni dua unit. Karena tidak ada pemiliknya dan tidak ada yang bertanggung jawab dilokasi tambang, maka peralatan mesin tambang tersebut kita amankan terlebih dahulu," ujarnya kepada sejumlah Wartawan dilokasi tambang timah, Rabu (20/11).

Ia mengatakan, turunnya Tim Gabungan di lokasi tambang, karena adanya laporan masyarakat yang sudah berkali- kali disampaikan. Yang mana masyarakat sekitar resah dengan adanya aktivitas tambang dilokasi ini.

"Karena lokasi tersebut merupakan titiknya rawan banjir dan dapat menganggu sumber air bersih akan pencemaran pada tambang tersebut," katanya.

Dengan demikian, penertiban gabungan ini nyata yang pihaknya tunjukkan kepada masyarakat bahwa Polisi,TNI dan Satpol PP aparat yang ada di Kabupaten Bangka ini tidaklah diam dan tutup mata dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

"Sebelumnya, mulai dari Polsek Sungailiat, Satreskrim dan Intel Polres Bangka sudah melakukan tindakan persuasif. Seperti memberikan himbauan kepada pemilik tambang,akan tetapi begitu ditertibkan hari besoknya malah kembali lagi beraktivitas," ujarnya.

Dengan operasi gabungan ini, pihaknya melakukan tindakkan terakhir yakni refresif. Karena pemberian himbauan sudah melebihi dari tiga (3) kali bahkan sudah delapan (8) kali disampaikan kepada pemilik tambang.

"Jika setelah penertiban ini, para penambang masih saja kembali untuk beroperasi tambang, maka kami akan lakukan tindakkan yang lebih tegas lagi," ungkap Kabag ops polres Bangka.

Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kaling) Kp Hakok, Johan menyampaikan bahwa operasi secara gabungan ini,memang sudah lama diharapkan dan bersyukur dengan operasi gabungan ini, sehingga aktifitas tambang dapat terealisasi.

"Karena lokasi yang digarap pertambangan ini, selain tanah resapan merupakan titik rawannya kebanjiran, belum lagi ditambah dengan luapan air hujan yang cukup tinggi," katanya.

Ia mengatakan, dulunya sudah beberapa kali terjadi kebanjiran di Kp Hakok ini, karena luapan air hujan. Apalagi kondisi tanah resapan di kawasan kolong bijur ini dilakukan pertambangan, tentu pihaknya lebih khawatir akan dampaknya.

"Kalau kawasan tersebut masih saja digarap dengan aktivitas tambang,dicurah hujan nanti,kemungkinan Kampung Hakok Kami ini akan dilanda kebanjiran yang lebih parah dari sebelumnya," ujarnya.

Ia berharap selesainya penertiban dari Tim Gabungan, kiranya kawasan yang dilakukan pertambangan ini dapat ditutup secara total. Supaya tidak ada lagi aktivitas tambang timah dilakukan dikawasan ini.

"Kepada pihak yang berwenang dapat memasang berupa rambu-rambu sejenis plang bertuliskan "dilarang melakukan pertambangan" dalam bentuk apapun," pintanya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. cable support system 26 Nov 2019, 14:27:53 WIB

    Tambang di darat menghancurkan hutan, sementara tambang di laut merusak ekosistem pesisir dan melenyapkan ikan. Dampaknya dirasakan oleh 45.000 nelayan tradisional yang mengandalkan hidup dari pesisir dan laut. Bukan hanya merusak bisa juga merugikan warga yang tiggal di sekitar tambangan akan terkena dampaknya seperti air yang tidak layak digunakan. Salah satunya agar tambang limbah aman gunakan pelindung kabel cable support system yang ditanaman di bawah tanah.

View all comments

Write a comment