Sudarman Imbau Warga Berhati-hati saat Ingin Berinvestsi

By Demokrasibabel 27 Feb 2019, 19:18:31 WIBAdvetorial

Sudarman Imbau Warga Berhati-hati saat Ingin Berinvestsi

Keterangan Gambar :


PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudarman menghimbau kepada masyarakat di daerah itu untuk berhati hati ketika ingin berinvestasi, apalagi dengan iming-iming mendapatkan keuntungan besar yang justru berpotensi merugikan.

"Perhatikan legalitas perusahaan tempat berinvestasi. Jangan mudah percaya dengan iklan yang disampaikan public figure, karena ini menjadi strategi menarik minat berinvestasi," kata Sudarman, Rabu (27/2) di Pangkalpinang.

Menurutnya, saat ini penawaran investasi mulai beragam dan berbagai cara baik melalui medsos maupun media mainstream. Trik yang digunakan pun beragam mulai dari bunga tinggi, persyaratan mudah dan cepat dan tidak ada jaminan.

Untuk mencegah masyarakat mengalami kerugian akibat investasi ‘bodong’, Ia mengatakan, perlu ada edukasi. Karena langkah-langkah edukasi sangat efektif, yang kemudian melakukan pemantauan kegiatan investasi ilegal.

Saat ini, fintech peer-to-peer lending terdaftar di OJK berjumlah 99 perusahaan. Sedangkan fintech peer-to-peer lending ilegal berjumlah 635 entitas. Banyaknya fintech peer-to-peer ilegal dikarenakan pelaku mudah membuat aplikasi.

“Pelaku fintech peer-to-peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi, tapi juga link unduh yang disebar melalui SMS atau dicantumkan dalam situs milik pelaku,” ujarnya.

Menyinggung mengenai kasus-kasus investasi di Bangka Belitung, ada yang namanya BitCoin. Akibat investasi itu, kerugian yang diderita masyarakat mencapai angka Rp2 triliun. Saat ini kasus tersebut sedang ditindaklanjuti Polda Babel.

“Ada juga transaksi penjualan obligasi. Konfirmasi dari pengawas pasar modal OJK, kegiatan marketing tersebut belum dilaporkan ke OJK pusat,” katanya. (adv/dya)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment