Statement Bongkar Ornamen dan Simbol Budaya China di Babel, Putra Daerah Asal Bangka Angkat Bicara

By Demokrasibabel 12 Jan 2020, 15:00:17 WIBBangka

Statement Bongkar Ornamen dan Simbol Budaya China di Babel, Putra Daerah Asal Bangka Angkat Bicara

Keterangan Gambar : Iswanto,Putra Daerah Asal Bangka


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Statmen Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi seperti yang diberitakan sebelumnya mendapat tanggapan dari Putra Daerah asal Bangka, Minggu (12/01).

Lewat aplikasi Whatsapp, Minggu (12/01) kepada demokrasibabel, Putra Daerah Asal Bangka, Iswanto mengatakan Dirinya lahir dan tumbuh besar di Kepulauan Bangka. Tapi apa daya jika minimnya lapangan pekerjaan di Bangka, sehingga membuat dan memutuskan untuk mencari nafkah di luar Kepulauan Bangka.

"Saya anak rantauan yang mengais rejeki ini sangat mencintai Pulau Bangka dan NKRI Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Selain itu, dirantauan ini juga, kami banyak mendirikan perkumpulan yang membawa nama Kebesaran Bangka, salah satunya Yayasan Sosial Bangka Bersatu (YSBB).

"Kami berusaha mengharumkan Nama Kebesaran Bangka sekaligus Tanah Kelahiran Saya di rantauan ini untuk memajukan dan mengharmoniskan Kepulauan Bangka Belitung (Babel)," katanya.

Terkait statment yang sudah dipublikasikan itu, sekiranya tidak usah membawa dan membelokkan masalah Natuna serta hal itu tidak ada hubungannya dengan budaya orang Keturunan China khususnya di Kepulauan Bangka Belitung ini.

"Jadi, jangan sampai pembicaraan ini merusak dan memecah belahkan kerukunan antar sesama. Yang mana dari dulu itu, Kami hidup selalu berdampingan dan saling menghormati," ungkapnya.

Dikatakannya, Warga Keturunan Tionghoa di Bangka, seperti dalam waktu dekat ini, akan merayakan Imlex. Kami juga banyak mengunakan simbol-simbol budaya Tionghoa yang akan Kami pasang di tiap rumah maupun tempat ibadah.

"Karena itu sebagai bentuk tradisi budaya dari Nenek Moyang Kami. Kami bawa tradisi itu dari daerah asal mereka (Nenek Moyang). Bahkan di jaman Presiden RI Bapak (Alm) Gusdur juga sudah memperbolehkan tradisi Kami ini untuk diterap dan dibudayakan," tuturnya.

Dengan statment seperti itu, tentunya pihaknya Keturunan Tionghoa di Bangka merasa kecewa. Apalagi sebagai Wakil Rakyat di Babel mau mengajak Pemerintahan untuk menutup kembali tradisi budaya Kami ini.

"Dalam berbudaya, Kami warga Keturunan khususnya di Bangka, tidak pernah mau menyimpang dari ketentuan hukum RI yang berlandaskan Pancasila," tegasnya.

Dari dulu Pulau Bangka terkenal dengan semboyan Serumpun Sebalai dan Fanngin Thonngin Jit Jong. Disamping itu juga, Kami tidak pernah membedakan suku, ras dan agama dan Kami membaur menjadi satu.

"Seperti Kami mau ke Luar Negeri, bila ditanya Kami selalu bilang bahwa Kami orang Indonesia bukanlah orang China. Sebab tanah kelahiran Kami memang di Pulau Bangka Negara Indonesia ber Bhineka Tunggal Ika," jelas Iswanto dalam pesan Whatsapp nya, Minggu (12/01).  (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment