Satpol PP Bangka Dapati Toko Penjual Gas 3 kg Diatas HET

By Demokrasibabel 28 Nov 2019, 14:13:52 WIBBangka

Satpol PP Bangka Dapati Toko Penjual Gas 3 kg Diatas HET

Keterangan Gambar : Satpol PP Bangka dapati toko penjual gas 3 kg diatas HET dijalan Imam Bonjol Sungailiat, Kamis (28/11)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM  - Terkait laporan dari masyarakat atas dugaan maraknya penjualan LPG 3 kg oleh pangkalan gas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka memantau sejumlah pangkalan yang ada di kota Sungailiat, Kamis (28/11). 

Pemantauan yang dipimpin oleh Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Bangka, Achmad Suherman disejumlah pangkalan daerah Kabupaten Bangka, petugas tidak menemukan adanya pangkalan yang diduga menjual LPG 3kg diatas harga HET. 

Hanya saja, saat petugas melintas di jalan Imam Bonjol Sungailiat, petugas mendapati sebuah toko milik Afui yang kedapatan menjual gas tersebut diatas harga HET yakni Rp 28 ribu/tabung dan sebanyak 4 buah tabung diamankan petugas. 

Kepada petugas, pemilik toko mengaku, tabung gas yang diamankan petugas itu bukan miliknya melainkan milik masyarakat yang menitipkan gas ditoko miliknya untuk dijual kembali. 

"Gas 3 kg itu bukan punya kami, tetapi milik masyarakat yang menitip dengan kami untuk dijual lagi. Memang pertabung nya kami jual Rp28 ribu, tapi tujuan kami untuk bantu masyarakat," katanya. 

Atas penjelasan pemilik toko tersebut, Suherman menegaskan LPG 3kg ini merupakan subsidi pemerintah untuk masyarakat yang tidak mampu dan gas 3 kg ini tidak boleh dijual diatas harga HET. 

"Untuk toko dan warung tidak boleh menjual gas ini karena ini subsidi pemerintah untuk masyarakat. Apalagi ini sampai dijual Rp28 ribu/tabung nya. Jadi tabung ini kita amankan dan pemiliknya kita buat pernyataan," ujarnya. 

Petugas juga memantau pangkalan LPG 3kg di jalan Samratulangi, Sri Menanti Sungailiat milik Sadikin yang sebelumnya diinfokan bahwa pangkalan yang dimaksud diduga menjual gas melon diatas harga HET. 

Saat petugas tiba ditoko Sadikin, pemilik pangkalan membantah keras jika pangkalan gas yang ia kelola ini dijual diatas harga HET. 

"Itu tidak benar dan saya nyatakan hoax, karena gas disini kita jual sesuai HET kepada masyarakat lingkungan sekitar," kata Sadikin. 

Suherman pun mengimbau kepada seluruh pangkalan yang ada di daerah ini untuk tidak melakukan penyelewengan gas bersubsidi ini dan menjualnya diatas harga HET. 

"Kalau nantinya ditemukan ada pangkalan yang melakukan demikian, maka kita lakukan penindakan sesuai kewenangan kita dengan cara merekomendasikan izin pangkalan itu untuk dicabut," katanya. 

Sementara untuk toko dan warung yang kedapatan menjual gas diatas HET juga akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Karena hari ini dalam tahap sosialisasi dan pemantauan, jadi kita persuasif dulu dan kita ingatkan mereka untuk tidak menjual gas diatas HET karena ini subsidi untuk masyarakat tidak mampu," katanya. 

Suherman berharap, melalui pemantauan ini, penyaluran LPG 3kg oleh pangkalan gas daerah ini tepat sasaran sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang berhak mendapatkannya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment