Satpol PP Bangka bersama Polsek Pemali Datangi Lokasi Tambang Ilegal Di Das PDAM Tirta Bangka

By Demokrasibabel 12 Nov 2019, 15:06:32 WIBHukum

Satpol PP Bangka bersama Polsek Pemali Datangi Lokasi Tambang Ilegal Di Das PDAM Tirta Bangka

Keterangan Gambar : Satpol PP Bangka bersama Kapolsek Pemali datang lokasi tambang ilegal dikawasan Das PDAM Tirta Bangka,tepatnya di Dam 1 Desa Pemali,Kecamatan Pemali,Kabupaten Bangka, Selasa (12/11)


PEMALI, DEMOKRASIBABEL.COM - Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka bersama Polsek Pemali mendatangi lokasi tambang timah di DAS PDAM Tirta Bangka, tepatnya di aliran Dam 1 Desa Pemali,Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.

Kedatangan Tim Satpol PP dan Polsek Pemali guna memberikan tindakan persuasif berupa teguran dan peringatan agar tidak lagi melakukan pertambangan dikawasan DAS tersebut, Selasa (12/11).

Setelah mendapat kata kesepakatan dengan puluhan para penambang, diputuskan dalam kurun waktu dua minggu, maka lokasi DAS tersebut harus dikosongkan dari aktivitas pertambangan.

Kasat Pol PP Bangka melalui Kabid penegakan Perda, Achmad Suherman menyampaikan bahwa kedatangannya kali ini sudah yang kedua kalinya karena adanya laporan dari masyarakat.

"Lokasi ini merupakan tanah serapan dan merupakan titik fasilitas umum," katanya.

Ia mengatakan, dikedua kalinya ini, pihaknya memberikan teguran lagi, karena lokasi yang ditambang itu merupakan sumber baku air dan DAS nya PDAM Tirta Bangka serta sangatlah dilarang untuk dilakukan pertambangan.

"Kalau memang adanya laporan lagi terkait tambang tersebut, maka kami akan datang kembali dan mengangkat semua peralatan tambang dengan Tim Gabungan," ujarnya.

Diwaktu yang sama, Kapolsek Pemali, Ipda Pulungan SE, memgatakan kalau memang para penambang tidak juga mengindahkan dalam waktu yang diberikan,maka Kami akan mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban Gabungan.

"Kita akan bekerjasama dengan Polres Bangka,Satpol PP untuk penindakan atas aktifitas tambang," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra mengatakan sebelumnya sudah disampaikan bahwa agar tidak melakukan penambangan dilokasi ini. Karena lokasi ini merupakan sarana umum sebagai sumber baku air dan Das nya PDAM.

"Jadi jalur yang ditutupi dengan tanah gundukan tambang itu,segera lah dibuka kembali dan aktifitas tambang ini tolonglah untuk segera dihentikan," katanya.

Ia mengatakan, dalam penertiban yang kedua kalinya ini, diharapkan para penambang dapat segera berhenti. Karena aktifitas tambang tersebut dapat menganggu sarana PDAM nantinya.

"Kalau memang dalam dua minggu waktu yang telah disepakati tidak juga digubris, maka kami akan menyurati dan menindak lanjutinya. Seperti meminta bantuan dari Kepolisian, Pol PP, pihak terkait lainnya untuk kembali menertibkan aktifitas tambang ini," ujarnya.

Sedangkan, warga Desa Pemali sekaligus penambang, H. Loh menyampaikan bahwa pihaknya disini menambang hanya sementara saja, yang mana jika bak tampung limbah tambang sudah penuh, pihaknya pun akan pindah sebelum datangnya hujan.

"Kami menambang disini bukan mencari kekayaan, tetapi hanya mencari makan, sebab kami tidak memakai alat berat," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga punya mesin tambang disini, tetapi kalau memang itu menganggu dan mencemari air PDAM, maka siap untuk cabut dan bongkar peralatan tambang.

"Kalau PDAM mengklaim lokasi itu miliknya, saya rasa itu kurang tepat. Karena di masing-masing ada kepentingan dan tidak ada titik temunya. Susah bicaranya kalau siapa yang salah, siapa yang benar, karna adanya kepentingan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, pihaknya juga tidak mau merusak fasilitas umum seperti akan tercemarnya air PDAM. Karena disatu sisi anak, menantu dan cucunya juga mengunakan air dari PDAM ini.

"Terima kasih atas himbauan yang telah diberikan kepada Kami. Kami sepakat dengan waktu dua minggu kedepan, Kami akan cabut dan akan membongkar peralatan tambang," katanya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment