PT BAA Kenanga Berusaha Meminalisir dan Atasi Bau Busuk Dari Pabrik

By Demokrasibabel 15 Nov 2019, 17:22:29 WIBBangka

PT BAA Kenanga Berusaha Meminalisir dan Atasi Bau Busuk Dari Pabrik

Keterangan Gambar : Pabrik tapioka PT Bangka Asindo Asri (BAA) Kelurahan Kenanga,Kecamatan Sungailiat,Kabupaten Bangka, Jumat (15/11)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Terkait adanya aroma bau busuk yang melanda dikawasan pemukiman masyarakat Kelurahan Kenanga dan sekitarnya,pihak pabrik tapioka PT BAA Kenanga akan berusaha mememalisir dan mengatasinya.

Direktur pabrik tapioka PT BAA (Bangka Asindo Asri), Acung menyampaikan bahwa memang benar dalam satu minggu kemarin, ada aroma bau di sekitar lingkungan Kenanga. Mendapat informasi tersebut, pihaknya mengambil langkah untuk sementara ini aktivitas pabrik stop selama satu minggu ini. 

"Kalau ada komplain dari masyarakat sekitar, kami selalu menanggapi dan minimal mempelajari lagi kinerja pabrik. Seperti keluhan masyarakat itu, kami stop untuk sementara waktu ini," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah Wartawan dihalaman pabrik, Jumat (15/11).

Ia mengatakan, pihak pabrik akan tetap berusaha memimalisir aroma yang tidak sedap itu dari kawasan masyarakat. Kami tidaklah tutup mata,tutup telinga dan semua informasi masyarakat tetap Kami tampung.

"Kami tetap fokus dan mencari jalan keluarnya, kalau memang masih ada aroma bau, kami pun terima. Kami akan perbaiki, kami kelola dan kami atasi kembali supaya tidak mengeluarkan aroma bau lagi," katanya.

Dengan demikian, kalau di suatu saat nanti ada lagi tercium aroma bau yang tidak sedap, seperti satu hari ataupun dua hari itu, pihaknya harap dimengerti. Tetapi kalau meminta untuk stop tidak beroperasi, itu hal yang tidak mungkin.

"Karena kami juga mau berusaha dan karyawan pabrik pun mau mencari makan. Apalagi petani singkong/ubi sudah sering berteriak kapan giling, kapan terima ubi, kapan produksi, karena ubi mereka sudah mau panen," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya sebagai penengah, mulai dari petani dan lingkungan masyarakat dan pihaknya paham serta memahami. 

"Kami sangat memaklumi aksi protes masyarakat sekitar yang mengeluh aroma bau dari pabrik. Karena itu komplinan masyarakat dan kami pun pasti mencari solusi terbaiknya," ujarnya.

Terkait keluarnya aroma bau tersebut, bukanlah dari kebocoran ataupun faktor kelalaian dan pihaknya selalu terbuka untuk itu. Aroma bau itu kemungkinan adanya perubahan cuaca yang ekstrim. 

"Seperti perputaran cuaca di Bangka ini dari perubahan iklim kemarau yang memasuki iklim cuaca hujan. Sementara waktu aktivitas pabrik kami stop. Kalau perubahan cuaca sudah stabil/baik, kami baru melanjutkan aktivitas kembali," katanya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment