Perdagangkan Anak di Bawah umur, Dua Mucikari Diringkus Polsek Sungailiat
Satu Kali Kencan Rp1 juta, Komisi Mucikari Rp200 ribu

By Demokrasibabel 28 Okt 2019, 18:56:38 WIBHukum

Perdagangkan Anak di Bawah umur, Dua Mucikari Diringkus Polsek Sungailiat

Keterangan Gambar : Pelaku mucikari terhadap anak dibawah umur ditangkap Satreskrim Polsek Sungailiat, Senin (28/10)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Satuan Reskrim Polsek Sungailiat mengamankan dua perempuan yang diduga sebagai perantara atau mucikari untuk pemuas nafsu para lelaki hidung belang.

 Hal tersebut terungkap pada Senin (28/10) setelah orang tua korban mendatangi Mapolsek Sungailiat setelah anak perempuannya, sebut saja Mawar (14) tak pulang ke rumah orang tuanya sejak 10 hari terakhir.

Korban yang diketahui dari warga Pangkalpinang berada di Mapolsek Sungailiat ini yang didampingi kedua orang tuanya, guna melaporkan perbuatan salah satu warga Sungailiat yang diduga telah menyetubuhi Mawar di salah satu penginapan yang ada di Kota Sungailiat.

Kapolres Bangka melalui Kapolsek Sungailiat AKP Dedy Setiawan SH yang diwakili Kanit Reskrim Aiptu Reka Otorida menyampaikan korban (Mawar) telah melakukan hubungan badan dengan seseorang laki-laki (Red) yang dikenali dari pelaku mucikari inisial MI dan AA di salah satu penginapan Sungailiat pada hari Jumat (25/10).

"Dari hubungan badan tersebut,korban mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta dari Laki-laki hidung belang dan sebesar Rp 200 ribu diberikan untuk pelaku mucikari yakni MI," katanya kesejumlah Wartawan di Mapolsek Sungailiat, Senin sore (28/10).

Ia mengatakan, korban mucikari tersebut ada dua orang anak yang masih di bawah umur. Korban mengalami trauma dan merasa malu hingga melaporkan ke Mapolsek Sungailiat untuk penyidikan lebih lanjut.

"Pelaku mucikari ditangkap di dua tempat yang berbeda, inisial MI di Gang Raya dan inisial AA ditangkap di Jln Jendral Sudirman Sungailiat," ungkapnya.

Dengan demikian, akibat perbuatan pelaku dijerat sekitar 10 tahun penjara tentang perlindungan anak. Selanjutnya untuk pelanggan (Red) masih dalam tahap pengembangan dan proses pencarian," ujar Aiptu Reka.  (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment