Masyarakat Kenanga Keluhakan Aroma Tidak Sedap Dari Pabrik Tapioka PT BAA

By Demokrasibabel 15 Nov 2019, 17:11:59 WIBBangka

Masyarakat Kenanga Keluhakan Aroma Tidak Sedap Dari Pabrik Tapioka PT BAA

Keterangan Gambar : Masyarakat Kelurahan Kenanga mengumpulkan tandatangan dispanduk putih bertuliskan "Stop Bau Busuk PT BAA" yang terpampang dihalaman masjid Al Mu Minun Kelurahan Kenanga,Kecamatan Sungailiat,Kabupaten Bangka, Jumat (15/11)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Masyarakat Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, mengeluh adanya aroma yang tidak sedap tercium di pemukiman warga sekitar yang diduga berasal dari pabrik tapioka milik PT BAA Kenanga.

Terkait aroma yang tidak sedap tersebut, masyarakat Kelurahan Kenanga mengadakan dan melakukan pengumpulan tandatangan masyarakat di spanduk putih bertuliskan "Stop Bau Busuk PT BAA" yang terpampang di Masjid Al Mu Minun, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (15/11). 

Salah satu warga Kelurahan Kenanga, Nando menyampaikan tanda tangan tersebut berarti warga tidak terima atas aroma yang tidak sedap tercium dipemukiman sekitar. Yang mana Pabrik tapioka PT BAA Kenanga sudah ingkar janji, karena sampai saat ini bau pabrik tersebut masih juga tercium tidak sedap.

"Bukan hanya masyarakat Kenanga saja yang mengeluh, tetapi di daerah Kecamatan Pemali dan sekitarnya juga mengeluh dengan aroma bau tersebut," katanya kepada sejumlah Wartawan di depan masjid Al Mu Minun Kelurahan Kenanga, Jumat (15/11).

Ia mengatakan, sementara ini pihaknya melakukan aksi tandatangan dibaleho dan bagi-bagi masker saja dulu, selanjutnya masih menunggu rembukan dari masyarakat untuk aksi berikutnya.

"Aroma bau tersebut sudah lama sekali, kadang pada malam hari, pagi hari bahkan pada siang hari dan itu tergantung arah angin," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada saat waktunya tidur, pihaknya bukan menghirup udara segar tetapi menghirup aroma bau.

"Jadi aroma bau itu sangat lengket sekali jika tercium hidung dan anak-anak kecil terkena imbas oleh hirupan bau tersebut. Nafas sesak dan otomatis terganggu semua mulai dari penyakit alergi," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menutup pabrik tapioka milik PT BAA Kenanga. Kembalikan hak khususnya warga Kenanga seperti udara, fasilitas yang ada disekitar masyarakat, supaya tidak terganggu.

"Kalau tidak digubris,maka Kami akan melanjuti dengan aksi meminta pertanggung jawaban pihak pabrik. Supaya hak Kami ingin memiliki udara segar itu dapat kembali dengan semula," katanya. (Suyanto)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment